Beberapa waktu yang lalu, seorang teman baik mengisi kolom status facebook miliknya dengan potongan lyric lagu yang dibawakan oleh Anang Hermansyah dan Syahrini. Potongan lyric yang kemudian dituliskan menjadi status facebook teman tersebut, yaitu : Jangan memilih aku bila kamu tak mampu untuk setia...
Kesetiaan memang merupakan salah satu kunci langgengnya hubungan cinta kasih yang terjalin di antara dua anak manusia yang saling mengasihi.
Sebenarnya tidak sulit untuk dapat bersikap setia kepada pasangan. Cukup dengan tidak mengubah adanya rasa suka yang mulai tumbuh di dalam hati, menjadi sebuah keinginan untuk memiliki pada saat intensitas komunikasi dengan lawan jenis semakin sering terjadi. Just that.
Rasa setia juga bisa menghadapi godaan ketika ada seungkap rasa yang ditawarkan untuk bisa menjalin kebersamaan dari lawan jenis, yang bukan kekasih hati kita. Hampir sama dengan ketika godaan untuk merubah sikap setia muncul dari dalam diri, maka godaan itu tidak akan mudah merubah sikap setia dengan tetap mengingat bahwa ada seseorang diluar sana yang mengasihi diri kita.
Dalam hal ini, yang menentukan adalah sikap dan kesadaran diri. Banyak orang yang akhirnya tergelincir pada kisah perselingkuhan karena diri mereka tak mampu menentukan sikap untuk menjaga sikap setia dan tidak berusaha untuk selalu mengingat bahwa ada orang lain yang menjaga kesetiaan cintanya kepada kita.
Memang tindakan yang paling sulit agar sikap setia kepada kekasih tidak berubah adalah menjaga agar rasa itu tidak mudah berubah pada saat kita temui adanya pesona lain yang bisa menggoyahkan sikap setia kepada kekasih.
Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhinya. Namun apabila masing-masing anak manusia yang menjalin hubungan cinta kasih tetap mengingat bahwa adanya keinginan hati yang mengemuka untuk membina jalinan cinta kasih dengan seseorang yang disukai, merupakan sebuah anugerah.
Ingatlah, tidak semua orang dapat dengan mudah mendapatkan seseorang yang mau dengan tulus dan menerima kita untuk berbagi hati dalam balutan cinta.
Dibawah ini beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk dapat menjaga kesetiaan kepada kekasih :
PERTAMA,
Belajarlah mengerti tentang dirinya, terutama kekurangan dirinya, dan hal-hal apa saja yang telah / bisa membuat dirinya risau. Sikap saling mengerti akan mendorong masing-masing pihak untuk dapat menghargai, tidak hanya kelebihan diri, namun juga kekurangan diri.
KEDUA,
Jadilah pendengar yang baik, menyambut dengan hangat segenap cerita atau curahan hati yang ingin disampaikannya kepada kita, dan mencoba untuk memberikan solusi maupun jawaban yang sekiranya bisa membuat hati serta pikirannya lega.
Membiasakan diri untuk berbagi kisah, akan membuat kita dan kekasih hati dapat mengenal pribadi masing-masing, terutama di saat mental atau kondisi psikologis sedang lemah.
KETIGA,
Jadikan komunikasi sebagai media untuk membina suasana penuh keakraban dan keterbukaan informasi terhadap segenap aktifitas yang kita lakukan.
Biasakanlah mengkomunikasikan hal-hal yang dirasakan dapat menghindari adanya sikap cemburu dari pasangan, atau adanya keinginan hati untuk tidak bersikap terbuka kepada pasangan.
Keterbukaan informasi atas aktifitas yang kita lakukan, dapat membuat hubungan dapat dijalani tanpa membangkit-bangkitkan rasa curiga.
KEEMPAT,
Berkomitmenlah pada diri sendiri dan bersama-sama pasangan untuk saling menjaga kepercayaan atau rasa percaya.
Salah satu tindakan yang bisa dilakukan adalah : hindari berbohong kepada pasangan. Jangan jadikan kebohongan sebagai perilaku diri, karena berbohong bukanlah tindakan yang akan membuat hubungan semakin dekat, malah semakin jauh.
Cinta adalah anugerah yang harus dijaga dengan sikap setia sebagai bentuk apresiasi kita atas berkah yang kita terima dari Tuhan. Menjaga sikap setia merupakan cerminan pribadi kita untuk menghargai nilai-nilai kasih yang terangkum didalam cinta.
Ketika mulai merasakan adanya perubahan atas sikap setia, ingatlah, bahwa perubahan itu akan bisa menyakiti hati dan perasaan orang yang sayang sama kita.
Pada saat orang lain berlomba-lomba untuk menghadirkan kebahagiaan bagi sesama, haruskah kita membiarkan adanya tindakan yang dapat menyakiti hati dan perasaan orang lain, apalagi menyakiti hati serta perasaan kekasih hati kita?
.Sarlen Julfree Manurung
Wednesday, 28 April 2010
Monday, 12 April 2010
Carlos Slim dan Gayus HP Tambunan
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang ingin menjalani hari-hari kehidupan dengan serba kekurangan semenjak dilahirkan hingga pada akhir hayat.
Meskipun ada cukup banyak orang yang dapat survival dengan keterbatasan finansial karena minimnya penghasilan, namun di hati kecil mereka, pasti ada keinginan dan besar harapan, jalan kehidupan mereka dapat berubah suatu saat nanti.
Pada saat menjadi pembicara dalam acara Youth Engagement Summit (YES) di Kuala Lumpu, Malaysia pada tanggal 17 November 2009 lalu, Grand Master Catur asal Rusia Garry Kasparov mengatakan, "Setiap orang mempunyai kesempatan dan kapasitas yang sama untuk menjadi orang hebat."
Keberhasilan hidup memang tidak hanya sebatas mimpi karena pada hakekatnya keberhasilan hidup dapat diwujudkan/diusahakan. Apalagi ada banyak cara dan upaya yang bisa dilakukan setiap orang untuk mewujudkan keberhasilan hidup, bisa diperoleh dengan kerja keras, bisa pula diperoleh secara instan.
KEBERHASILAN HIDUP CARLOS SLIM
Dalam daftar orang terkaya dunia yang dilansir pada tanggal 11 Maret 2010 lalu, Majalah Forbes telah menempatkan Carlos Slim, konglomerat asal Meksiko, sebagai orang terkaya di dunia saat ini.
Adapun kekayaan miliuner yang bisnis utamanya bergerak di bidang industri telekomunikasi tersebut, sebesar 59,5 milyar dollar AS (seorang jurnalis finansial asal Meksiko Eduardo Garcia menyebutkan, kekayaan Carlos Slim sebesar 67.8 milyar milyar dollar AS).
Kekayaan pria berusia 70 tahun ini, melampaui kekayaan pendiri Microsoft, Bill Gates (59, 2 milyar dollar AS), dan kekayaan investor kawakan, Warren Buffett (47 milyar dollar AS). Nilai kekayaan Carlos Slim naik 18,2 milyar dollar AS dibandingkan tahun lalu.
Carlos Slim HelĂș Aglamaz, demikian nama lengkapnya. Slim tergolong pengusaha bertangan dingin. Kejeliannya dalam melihat celah kesempatan, membuatnya mampu membesarkan berbagai perusahaan yang dimilikinya.
Perusahaan telekomunikasi yang dimilikinya, America Movil, telah menjadi operator telepon seluler terbesar di Amerika Latin, bahkan menjadi operator seluler nomor empat terbesar dunia, dengan 302 juta pelanggan.
Selain America Movil, Carlos Slim juga tercatat sebagai pemilik perusahaan telepon Telefonos de Mexico SAB (perusahaan telekomunikasi terbesar di Meksiko), dan Telmex Internacional SAB (perusahaan telekomunikasi yang menguasai jaringan telepon SLJJ di Brazil).
Carlos Slim juga memiliki perusahaan real estate, perusahaan pertambangan, dan saham di New York Times Co., Saks Inc., dan Bronco Drilling Co.
Harta kekayaan yang dimiliki Carlos Slim, bukan berasal dari warisan atau hasil hibah, akan tetapi diperoleh melalui kerja keras. Semenjak usia 10 tahun, Carlos Slim sudah menunjukkan bakat bisnisnya, yang menurun dari ayahnya.
Slim, anak ketiga dari Julian Slim Haddad Aglamaz, seorang penjaga toko imigran, yang kabur melarikan diri dari Lebanon pada tahun 1902 untuk menghindari kekerasan pemerintahan Kekaisaran Ottoman.
Penobatan Carlos Slim sebagai orang terkaya di dunia, tentu saja membuat bangga separuh masyarakat Meksiko, mengingat selama ini, posisi orang terkaya di dunia didominasi oleh warga Amerika Serikat atau Eropa. Meksiko sendiri termasuk negara berkembang, dimana hampir separuh penduduk negara ini hidup dalam garis kemiskinan.
Meskipun Carlos Slim banyak membantu upaya memerangi buta huruf dan perbaikan kondisi kesehatan di Amerika Latin, namun Slim tidak pernah memberikan sebagian hartanya untuk kegiatan amal, seperti yang dilakukan oleh Bill Gates dan Warren Buffett.
Kondisi inilah yang membuat Carlos Slim mendapatkan kritikan tajam dari sejumlah kalangan di Meksiko. Mereka menganggap Slim tidak memiliki kepedulian sosial pada masyarakat di negaranya sendiri.
Dalam menanggapi kritikan tajam tersebut, Slim menjawabnya dengan tenang karena dirinya merasa, segala kekayaan yang diraihnya itu, merupakan hasil kerja keras, ulet dalam bekerja, dan jeli dalam mengambil peluang yang ada di depan mata.
FENOMENA GAYUS HP TAMBUNAN
Harta kekayaan yang dimiliki Gayus Halomoan Partahanan Tambunan, pegawai di Direktorat Jenderal Pajak yang ditangkap karena menjalani peran sebagai makelar kasus, memang belum sebanyak harta kekayaan Carlos Slim.
Namun, apabila mengingat berapa lama waktu yang dibutuhkan Gayus Tambunan dalam mengumpulkan harta, kemampuan Gayus untuk mendapatkan semua bentuk kekayaan dengan menjadi makelar kasus, mengalahkan strategi dan segenap usaha Carlos Slim, orang terkaya di dunia.
Semenjak lulus dari STAN dan bekerja sebagai karyawan Direktorat Jenderal Pajak, lalu ditempatkan pada Direktorat Keberatan dan Banding, kehidupan anak dari H. Amir Syarifuddin Tambunan, pensiunan karyawan di sebuah perusahaan pelayaran, telah mengalami banyak perubahan. Terlihat jelas kalau Gayus Tambunan dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan pekerjaannya itu.
Hal ini dapat dilihat dari seberapa cepat Gayus mengumpulkan harta kekayaan melalui praktek-praktek mafia hukum pada saat menangani perkara pajak sejumlah wajib pajak.
Tercatat, Gayus memiliki sebuah rumah mewah di komplek perumahan Gading Park View, Kelapa Gading, seharga 3 milyar rupiah. Selain itu, Gayus juga memiliki sebuah apartemen di Cempaka Mas.
Tidak hanya itu saja. Dalam menjalani aktifitasnya, Gayus Tambunan sering terlihat mengendarai mobil Ford Everest. Selain itu, ditengarai pula kalau Gayus memiliki mobil Mercedes Benz, Toyota Alphard, dan sebuah mobil Honda Jazz.
Jumlah dana yang tersimpan di rekening milik Gayus Tambunan yang ada sejumlah bank, mencapai angka milyaran rupiah. Selain rekening yang berisi dana 28 milyar, Gayus juga memiliki rekening dengan dana sebesar 1,9 milyar.
Salah satu rekening bank milik isteri Gayus, Milana Anggraeni, berdasarkan informasi yang dilansir oleh tempointeraktif.com, berisikan dana sebesar 3,6 milyar. Disebutkan pula kalau dana sebesar itu dipakai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Hasil penelusuran PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan) sendiri menunjukkan, dapat dipastikan kalau seluruh dana yang terdapat di sejumlah rekening bank milik Gayus dan isterinya, adalah dana suap dari sejumlah wajib pajak yang sedang dibantu proses bandingnya oleh Gayus.
Gayus Tambunan hanya membutuhkan waktu 5 tahun untuk bisa memiliki barang-barang mewah serta uang dalam jumlah yang melimpah. Padahal gaji pokok dari Gayus Tambunan sebagai seorang pegawai negeri golongan III-A hanya 1,89 juta rupiah, dengan take home pay sebesar 12 juta rupiah saja.
Tentu saja, ini adalah sebuah fenomena yang menunjukkan, buruknya tingkat ketaatan aparat pemerintahan kita untuk menjalankan serta menegakkan segenap peraturan yang ada.
SAATNYA PEMERINTAH BERSIKAP TEGAS
Tindakan Gayus Tambunan dan sejumlah oknum aparat pemerintahan (baik tingkat staff maupun tingkat pimpinan) yang menjalankan peran sebagai makelar kasus, tentu saja mencerminkan perilaku abdi negara yang tidak sejalan dengan isi sumpah jabatan sewaktu dirinya diangkat sebagai seorang pegawai negeri.
Sikap dan tindakan Gayus Tambunan beserta oknum-oknum aparat pemerintah lainnya yang tidak mengemban amanat pelaksanaan pemerintahan yang bersih dan berwibawa (good goverment), telah mencoreng citra yang seharusnya mereka jaga di mata masyarakat.
Pada saat banyak anggota masyarakat merindukan adanya program-program pemerintah yang dapat mengangkat harkat serta derajat kehidupan mereka, Gayus Tambunan justru mengutamakan nafsu dan ambisinya untuk memperkaya dirinya sendiri.
Mungkin bisa dikatakan, mereka adalah pengkhianat negara, karena telah membuat banyak anggota masyarakat tidak dapat merasakan adanya hasil pelaksanaan kegiatan pembangunan, yang menyentuh kehidupan mereka. Perilaku korup aparat pemerintahan, telah mendorong adanya jurang kesenjangan sosial, yang teramat berbahaya apabila tidak segera disikapi dan ditanggulangi.
Ketegasan Presiden, harus benar-benar ditunjukkan. Presiden selayaknya tidak bersikap setengah hati pada aparat pemerintah yang telah memperkaya dirinya dan kelompoknya dengan uang rakyat.
Hukum harus segera ditegakkan, sebab mereka telah secara langsung memperpanjang penderitaan rakyat yang seharusnya mereka ayomi. Sebaiknya pemerintah memperjelas sikapnya dan tidak lagi menerapkan tebang pilih atas kasus-kasus yang melibatkan aparat pemerintahan sebab di mata hukum, semua berada pada posisi yang sama.
Apabila ingin seperti Carlos Slim, jadilah pengusaha, bukan sebagai abdi masyarakat.
.Sarlen Julfree Manurung
Meskipun ada cukup banyak orang yang dapat survival dengan keterbatasan finansial karena minimnya penghasilan, namun di hati kecil mereka, pasti ada keinginan dan besar harapan, jalan kehidupan mereka dapat berubah suatu saat nanti.
Pada saat menjadi pembicara dalam acara Youth Engagement Summit (YES) di Kuala Lumpu, Malaysia pada tanggal 17 November 2009 lalu, Grand Master Catur asal Rusia Garry Kasparov mengatakan, "Setiap orang mempunyai kesempatan dan kapasitas yang sama untuk menjadi orang hebat."
Keberhasilan hidup memang tidak hanya sebatas mimpi karena pada hakekatnya keberhasilan hidup dapat diwujudkan/diusahakan. Apalagi ada banyak cara dan upaya yang bisa dilakukan setiap orang untuk mewujudkan keberhasilan hidup, bisa diperoleh dengan kerja keras, bisa pula diperoleh secara instan.
KEBERHASILAN HIDUP CARLOS SLIM
Dalam daftar orang terkaya dunia yang dilansir pada tanggal 11 Maret 2010 lalu, Majalah Forbes telah menempatkan Carlos Slim, konglomerat asal Meksiko, sebagai orang terkaya di dunia saat ini.
Adapun kekayaan miliuner yang bisnis utamanya bergerak di bidang industri telekomunikasi tersebut, sebesar 59,5 milyar dollar AS (seorang jurnalis finansial asal Meksiko Eduardo Garcia menyebutkan, kekayaan Carlos Slim sebesar 67.8 milyar milyar dollar AS).
Kekayaan pria berusia 70 tahun ini, melampaui kekayaan pendiri Microsoft, Bill Gates (59, 2 milyar dollar AS), dan kekayaan investor kawakan, Warren Buffett (47 milyar dollar AS). Nilai kekayaan Carlos Slim naik 18,2 milyar dollar AS dibandingkan tahun lalu.
Carlos Slim HelĂș Aglamaz, demikian nama lengkapnya. Slim tergolong pengusaha bertangan dingin. Kejeliannya dalam melihat celah kesempatan, membuatnya mampu membesarkan berbagai perusahaan yang dimilikinya.
Perusahaan telekomunikasi yang dimilikinya, America Movil, telah menjadi operator telepon seluler terbesar di Amerika Latin, bahkan menjadi operator seluler nomor empat terbesar dunia, dengan 302 juta pelanggan.
Selain America Movil, Carlos Slim juga tercatat sebagai pemilik perusahaan telepon Telefonos de Mexico SAB (perusahaan telekomunikasi terbesar di Meksiko), dan Telmex Internacional SAB (perusahaan telekomunikasi yang menguasai jaringan telepon SLJJ di Brazil).
Carlos Slim juga memiliki perusahaan real estate, perusahaan pertambangan, dan saham di New York Times Co., Saks Inc., dan Bronco Drilling Co.
Harta kekayaan yang dimiliki Carlos Slim, bukan berasal dari warisan atau hasil hibah, akan tetapi diperoleh melalui kerja keras. Semenjak usia 10 tahun, Carlos Slim sudah menunjukkan bakat bisnisnya, yang menurun dari ayahnya.
Slim, anak ketiga dari Julian Slim Haddad Aglamaz, seorang penjaga toko imigran, yang kabur melarikan diri dari Lebanon pada tahun 1902 untuk menghindari kekerasan pemerintahan Kekaisaran Ottoman.
Penobatan Carlos Slim sebagai orang terkaya di dunia, tentu saja membuat bangga separuh masyarakat Meksiko, mengingat selama ini, posisi orang terkaya di dunia didominasi oleh warga Amerika Serikat atau Eropa. Meksiko sendiri termasuk negara berkembang, dimana hampir separuh penduduk negara ini hidup dalam garis kemiskinan.
Meskipun Carlos Slim banyak membantu upaya memerangi buta huruf dan perbaikan kondisi kesehatan di Amerika Latin, namun Slim tidak pernah memberikan sebagian hartanya untuk kegiatan amal, seperti yang dilakukan oleh Bill Gates dan Warren Buffett.
Kondisi inilah yang membuat Carlos Slim mendapatkan kritikan tajam dari sejumlah kalangan di Meksiko. Mereka menganggap Slim tidak memiliki kepedulian sosial pada masyarakat di negaranya sendiri.
Dalam menanggapi kritikan tajam tersebut, Slim menjawabnya dengan tenang karena dirinya merasa, segala kekayaan yang diraihnya itu, merupakan hasil kerja keras, ulet dalam bekerja, dan jeli dalam mengambil peluang yang ada di depan mata.
FENOMENA GAYUS HP TAMBUNAN
Harta kekayaan yang dimiliki Gayus Halomoan Partahanan Tambunan, pegawai di Direktorat Jenderal Pajak yang ditangkap karena menjalani peran sebagai makelar kasus, memang belum sebanyak harta kekayaan Carlos Slim.
Namun, apabila mengingat berapa lama waktu yang dibutuhkan Gayus Tambunan dalam mengumpulkan harta, kemampuan Gayus untuk mendapatkan semua bentuk kekayaan dengan menjadi makelar kasus, mengalahkan strategi dan segenap usaha Carlos Slim, orang terkaya di dunia.
Semenjak lulus dari STAN dan bekerja sebagai karyawan Direktorat Jenderal Pajak, lalu ditempatkan pada Direktorat Keberatan dan Banding, kehidupan anak dari H. Amir Syarifuddin Tambunan, pensiunan karyawan di sebuah perusahaan pelayaran, telah mengalami banyak perubahan. Terlihat jelas kalau Gayus Tambunan dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan pekerjaannya itu.
Hal ini dapat dilihat dari seberapa cepat Gayus mengumpulkan harta kekayaan melalui praktek-praktek mafia hukum pada saat menangani perkara pajak sejumlah wajib pajak.
Tercatat, Gayus memiliki sebuah rumah mewah di komplek perumahan Gading Park View, Kelapa Gading, seharga 3 milyar rupiah. Selain itu, Gayus juga memiliki sebuah apartemen di Cempaka Mas.
Tidak hanya itu saja. Dalam menjalani aktifitasnya, Gayus Tambunan sering terlihat mengendarai mobil Ford Everest. Selain itu, ditengarai pula kalau Gayus memiliki mobil Mercedes Benz, Toyota Alphard, dan sebuah mobil Honda Jazz.
Jumlah dana yang tersimpan di rekening milik Gayus Tambunan yang ada sejumlah bank, mencapai angka milyaran rupiah. Selain rekening yang berisi dana 28 milyar, Gayus juga memiliki rekening dengan dana sebesar 1,9 milyar.
Salah satu rekening bank milik isteri Gayus, Milana Anggraeni, berdasarkan informasi yang dilansir oleh tempointeraktif.com, berisikan dana sebesar 3,6 milyar. Disebutkan pula kalau dana sebesar itu dipakai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Hasil penelusuran PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan) sendiri menunjukkan, dapat dipastikan kalau seluruh dana yang terdapat di sejumlah rekening bank milik Gayus dan isterinya, adalah dana suap dari sejumlah wajib pajak yang sedang dibantu proses bandingnya oleh Gayus.
Gayus Tambunan hanya membutuhkan waktu 5 tahun untuk bisa memiliki barang-barang mewah serta uang dalam jumlah yang melimpah. Padahal gaji pokok dari Gayus Tambunan sebagai seorang pegawai negeri golongan III-A hanya 1,89 juta rupiah, dengan take home pay sebesar 12 juta rupiah saja.
Tentu saja, ini adalah sebuah fenomena yang menunjukkan, buruknya tingkat ketaatan aparat pemerintahan kita untuk menjalankan serta menegakkan segenap peraturan yang ada.
SAATNYA PEMERINTAH BERSIKAP TEGAS
Tindakan Gayus Tambunan dan sejumlah oknum aparat pemerintahan (baik tingkat staff maupun tingkat pimpinan) yang menjalankan peran sebagai makelar kasus, tentu saja mencerminkan perilaku abdi negara yang tidak sejalan dengan isi sumpah jabatan sewaktu dirinya diangkat sebagai seorang pegawai negeri.
Sikap dan tindakan Gayus Tambunan beserta oknum-oknum aparat pemerintah lainnya yang tidak mengemban amanat pelaksanaan pemerintahan yang bersih dan berwibawa (good goverment), telah mencoreng citra yang seharusnya mereka jaga di mata masyarakat.
Pada saat banyak anggota masyarakat merindukan adanya program-program pemerintah yang dapat mengangkat harkat serta derajat kehidupan mereka, Gayus Tambunan justru mengutamakan nafsu dan ambisinya untuk memperkaya dirinya sendiri.
Mungkin bisa dikatakan, mereka adalah pengkhianat negara, karena telah membuat banyak anggota masyarakat tidak dapat merasakan adanya hasil pelaksanaan kegiatan pembangunan, yang menyentuh kehidupan mereka. Perilaku korup aparat pemerintahan, telah mendorong adanya jurang kesenjangan sosial, yang teramat berbahaya apabila tidak segera disikapi dan ditanggulangi.
Ketegasan Presiden, harus benar-benar ditunjukkan. Presiden selayaknya tidak bersikap setengah hati pada aparat pemerintah yang telah memperkaya dirinya dan kelompoknya dengan uang rakyat.
Hukum harus segera ditegakkan, sebab mereka telah secara langsung memperpanjang penderitaan rakyat yang seharusnya mereka ayomi. Sebaiknya pemerintah memperjelas sikapnya dan tidak lagi menerapkan tebang pilih atas kasus-kasus yang melibatkan aparat pemerintahan sebab di mata hukum, semua berada pada posisi yang sama.
Apabila ingin seperti Carlos Slim, jadilah pengusaha, bukan sebagai abdi masyarakat.
.Sarlen Julfree Manurung
Antara Kartini dan Kemerdekaan Berekspresi Kaum Perempuan
Pada tanggal 21 April, bangsa Indonesia akan memperingati hari lahirnya seorang perempuan pejuang, R.A. Kartini. Beliau lahir pada tanggal 21 April 1879, sebagai anak pertama dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, Bupati Jepara, dan ibunya bernama M.A. Ngasirah.
Raden Ajeng Kartini (lebih tepatnya Raden Ayu Kartini) adalah perempuan yang mempelopori adanya kesamaan hak bagi kaum perempuan Indonesia, khususnya untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan kaum pria, yang sangat diyakininya, akan mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan Indonesia.
Keinginan R.A Kartini untuk mendirikan sekolah kaum perempuan pribumi, mendapatkan dukungan dari suaminya, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat (Bupati Rembang saat itu). Bentuk dukungan dari suaminya itu diwujudkan dengan memperbolehkan R.A Kartini untuk menggunakan bangunan di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang (saat ini lebih dikenal sebagai Gedung Pramuka) sebagai sekolah kaum perempuan pribumi.
Adanya pemikiran dan semangat besar untuk memperjuangkan kemajuan hidup kaum perempuan di Indonesia melalui pendidikan inilah, kiranya yang menjadi dasar pertimbangan pemerintah, kenapa segenap upaya R.A Kartini tersebut layak untuk diingat dan diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia.
Berdirinya sekolah pertama bagi kaum perempuan Indonesia yang didirikan R.A Kartini, menjadi loncatan sejarah besar bagi kaum perempuan di Indonesia, dimana posisi kaum perempuan Indonesia saat itu, masih belum memiliki kebebasan, terutama untuk mendapatkan pendidikan.
Cita-cita R.A Kartini adalah memperjuangkan hak-hak kaum perempuan agar memperoleh kebebasan yang lebih luas, dimana kaum perempuan pribumi memiliki otonomi untuk dapat mengembangkan diri, dan dapat memiliki kesamaan kedudukan di mata hukum serta di tengah-tengah masyarakat.
Dalam perkembangan selanjutnya, semangat besar R.A Kartini untuk bisa memajukan kehidupan kaum perempuan Indonesia, mendapatkan sambutan hangat dari kaum perempuan Indonesia. Sejumlah kaum perempuan pada tanggal 22 Desember 1929, menyelenggarakan Kongres Perempuan Indonesia I.
Kongres tersebut dihadiri 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera untuk membahas isu-isu perempuan dan anak. Pemerintah kemudian menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.
Sepanjang sejarah kehidupan manusia, kaum perempuan memang sering kali ditempatkan sebagai pihak yang tak berdaya, dimana hak-hak kaum perempuan dikebiri atau sengaja diabaikan, terutama dengan menghadirkan sejumlah cara pandang yang dinilai logis namun bersifat diskriminatif.
Meskipun kehidupan manusia semakin modern, namun masih banyak kelompok masyarakat yang hingga kini masih menerapkan batasan-batasan terhadap kebebasan berekspresi kaum perempuan dengan alasan proteksi / melindungi.
Tentu saja, segenap proteksi dan cara pandang yang dibangun dengan menghadirkan suatu anggapan imajinatif tersebut, justru semakin menempatkan kaum perempuan pada posisi atau keadaan yang tidak memiliki akses untuk bisa berkembang, memiliki kesempatan untuk menggapai cita-cita (seperti halnya kaum pria), dan memiliki kesempatan untuk menggapai peluang yang bisa membuat diri mereka meraih kesuksesan hidup.
Dalam hal ini, kaum perempuan tidak memiliki posisi tawar untuk dapat lebih leluasa bergerak atau dapat mengekspresikan segenap keinginan tanpa harus diliputi rasa takut karena dianggap telah melanggar "aturan" yang memproteksi dengan mengatasnamakan "melindungi" kaum perempuan.
Posisi kaum perempuan bahkan semakin tertindas oleh karena pembatasan dan perlakuan diskriminasi yang dijalankan tanpa memperhatikan adanya potensi serta kelebihan individual dalam diri setiap kaum perempuan, dimana segenap potensi dan kelebihan tersebut, dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi kaum perempuan, tapi juga bagi kaum pria.
Kehidupan di zaman modern telah menjadi bukti nyata, bahwa kaum perempuan tidak kalah dengan kaum pria, bahkan pada sejumlah bidang, kaum perempuan lebih menguasai dan mampu menjadi pilar kemajuan sebuah usaha.
Apabila ingin diangkat dalam pola berpikir yang tepat, substansi dasar dari tindakan melindungi memang tidak terletak pada pembatasan ruang berekspresi dari pihak-pihak yang ingin dilindungi, namun terletak pada tindakan menutup semua celah atau peluang dari adanya upaya dan perilaku destruktif terhadap pihak-pihak yang perlu mendapatkan perlindungan.
Menutup pintu kebebasan berekspresi bagi kaum perempuan memang bukan sebuah tindakan yang bisa diartikan sebagai upaya ingin "melindungi" posisi kaum perempuan, akan tetapi merupakan sebentuk wacana yang hanya dilandasi oleh cara pandang sempit, karena hanya ingin menunjukkan besarnya kuasa dalam suatu komunitas, dengan menciptakan pola pemahaman baru yang didasarkan penafsiran diri sendiri semata.
Konsepsi melindungi dimanipulasi sehingga tidak memiliki kesepadanan pengertian yang tepat, sehingga akhirnya pemahaman masyarakat terpaku atas pola pengertian yang disodorkan para penguasa. Dalam hal ini, tindakan proteksi yang disimbolkan pada kata melindungi, tidak dapat diberlakukan.
Tindakan proteksi hanya bisa dilakukan apabila segenap upaya untuk menutup segenap celah ataupun peluang munculnya perilaku destruktif, yang mendorong semakin luasnya tindakan pelanggaran hukum atas hak-hak dan kedudukkan kaum perempuan dalam tatanan peraturan yang berlaku, sudah menjadi bagian perilaku sebagian masyarakat. Itupun lebih diarahkan pada subyek kasus, bukan pada kaum perempuan sebagai obyek.
Dalam pola pemahaman yang lebih luas atas kebebasan berekspresi, dapat dikatakan bahwa setiap orang mempunyai tingkat kapasitas diri berbeda-beda dalam mengaktualisasikan segenap inspirasi dan cara pandang, sehingga mampu menciptakan suatu harmoni kehidupan yang sesuai dengan harapan atau cita-cita.
Cara yang lebih terhormat, simpatik, serta menghadirkan bentuk penghargaan atas hak-hak berekspresi setiap insan manusia, khususnya melindungi posisi dan kedudukkan kaum perempuan secara benar, bisa diwujudkan dengan tidak menempatkan kaum perempuan sebagai obyek dari kebijakan.
Sejumlah contoh langkah inspiratif yang bisa diterapkan sebagai bentuk apresiasi untuk melindungi kaum perempuan :
Pertama
Meningkatkan pengetahuan serta pola pemahaman yang lebih baik kepada kaum perempuan tentang kesehtan organ reproduksi dan peningkatan kualitas kesehatan atas organ reproduksi.
Kedua
Memberikan hukuman yang lebih berat bagi para pelaku pelecehan atau pemerkosaan.
Ketiga
Membuat aturan yang konstruktif dan efektif untuk menghentikan adanya perkawinan paksa kaum perempuan yang masih duduk di bangku sekolah, dan
Keempat
Memberikan peluang yang lebih besar bagi kaum perempuan untuk memiliki ketrampilan serta pengetahuan yang bermanfaat dan dapat memberdayakan kehidupan kaum perempuan.
Selain itu, masyarakat juga perlu diberikan pemahaman yang baik dan benar tentang tindakan maupun bentuk-bentuk perlakuan yang dapat dilakukan sebagai wujud melindungi posisi serta kedudukkan kaum perempuan, sehingga tidak muncul perilaku sewenang-wenang dan diluar pemikiran konstruktif untuk menjaga harkat dan martabat hidup kaum perempuan.
Harmonisasi dan dinamika kehidupan, memang tidak terlepas dari adanya kesempatan untuk dapat mengekspresikan segenap pola pemikiran yang dianggap bisa membawa kehidupan tampil lebih baik.
Adanya pembatasan dan keinginan untuk memproteksi, hanya akan menempatkan kebebasan pada palang pintu yang sulit untuk ditembus, apalagi tidak ada nilai tawar yang dinyatakan atas upaya untuk membatasi hak-hak individual seseorang tersebut.
Perilaku sosial masyarakat dalam modernitas kehidupan, selayaknya menempatkan kaum perempuan sebagai insan yang sejajar dengan tingkat kesetaraan yang sama dengan kaum pria, dimana kaum perempuan berhak pula untuk mengekspresikan hal-hal yang ada dalam benak pikiran mereka.
R.A Kartini adalah perempuan pribumi Indonesia yang membuka jalan bagi kebebasan berekspresi dan mendapatkan pendidikan yang setara dengan kaum pria. Sekarang, tinggal bagaimana kaum perempuan mengolah kebebasan itu untuk kebaikkan hidup mereka, hingga mampu menatap masa depan dan tidak pernah takut bersaing dengan kaum pria.
Maju terus, kaum perempuan Indonesia.
.Sarlen Julfree Manurung
Raden Ajeng Kartini (lebih tepatnya Raden Ayu Kartini) adalah perempuan yang mempelopori adanya kesamaan hak bagi kaum perempuan Indonesia, khususnya untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan kaum pria, yang sangat diyakininya, akan mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan Indonesia.
Keinginan R.A Kartini untuk mendirikan sekolah kaum perempuan pribumi, mendapatkan dukungan dari suaminya, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat (Bupati Rembang saat itu). Bentuk dukungan dari suaminya itu diwujudkan dengan memperbolehkan R.A Kartini untuk menggunakan bangunan di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang (saat ini lebih dikenal sebagai Gedung Pramuka) sebagai sekolah kaum perempuan pribumi.
Adanya pemikiran dan semangat besar untuk memperjuangkan kemajuan hidup kaum perempuan di Indonesia melalui pendidikan inilah, kiranya yang menjadi dasar pertimbangan pemerintah, kenapa segenap upaya R.A Kartini tersebut layak untuk diingat dan diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia.
Berdirinya sekolah pertama bagi kaum perempuan Indonesia yang didirikan R.A Kartini, menjadi loncatan sejarah besar bagi kaum perempuan di Indonesia, dimana posisi kaum perempuan Indonesia saat itu, masih belum memiliki kebebasan, terutama untuk mendapatkan pendidikan.
Cita-cita R.A Kartini adalah memperjuangkan hak-hak kaum perempuan agar memperoleh kebebasan yang lebih luas, dimana kaum perempuan pribumi memiliki otonomi untuk dapat mengembangkan diri, dan dapat memiliki kesamaan kedudukan di mata hukum serta di tengah-tengah masyarakat.
Dalam perkembangan selanjutnya, semangat besar R.A Kartini untuk bisa memajukan kehidupan kaum perempuan Indonesia, mendapatkan sambutan hangat dari kaum perempuan Indonesia. Sejumlah kaum perempuan pada tanggal 22 Desember 1929, menyelenggarakan Kongres Perempuan Indonesia I.
Kongres tersebut dihadiri 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera untuk membahas isu-isu perempuan dan anak. Pemerintah kemudian menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.
Sepanjang sejarah kehidupan manusia, kaum perempuan memang sering kali ditempatkan sebagai pihak yang tak berdaya, dimana hak-hak kaum perempuan dikebiri atau sengaja diabaikan, terutama dengan menghadirkan sejumlah cara pandang yang dinilai logis namun bersifat diskriminatif.
Meskipun kehidupan manusia semakin modern, namun masih banyak kelompok masyarakat yang hingga kini masih menerapkan batasan-batasan terhadap kebebasan berekspresi kaum perempuan dengan alasan proteksi / melindungi.
Tentu saja, segenap proteksi dan cara pandang yang dibangun dengan menghadirkan suatu anggapan imajinatif tersebut, justru semakin menempatkan kaum perempuan pada posisi atau keadaan yang tidak memiliki akses untuk bisa berkembang, memiliki kesempatan untuk menggapai cita-cita (seperti halnya kaum pria), dan memiliki kesempatan untuk menggapai peluang yang bisa membuat diri mereka meraih kesuksesan hidup.
Dalam hal ini, kaum perempuan tidak memiliki posisi tawar untuk dapat lebih leluasa bergerak atau dapat mengekspresikan segenap keinginan tanpa harus diliputi rasa takut karena dianggap telah melanggar "aturan" yang memproteksi dengan mengatasnamakan "melindungi" kaum perempuan.
Posisi kaum perempuan bahkan semakin tertindas oleh karena pembatasan dan perlakuan diskriminasi yang dijalankan tanpa memperhatikan adanya potensi serta kelebihan individual dalam diri setiap kaum perempuan, dimana segenap potensi dan kelebihan tersebut, dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi kaum perempuan, tapi juga bagi kaum pria.
Kehidupan di zaman modern telah menjadi bukti nyata, bahwa kaum perempuan tidak kalah dengan kaum pria, bahkan pada sejumlah bidang, kaum perempuan lebih menguasai dan mampu menjadi pilar kemajuan sebuah usaha.
Apabila ingin diangkat dalam pola berpikir yang tepat, substansi dasar dari tindakan melindungi memang tidak terletak pada pembatasan ruang berekspresi dari pihak-pihak yang ingin dilindungi, namun terletak pada tindakan menutup semua celah atau peluang dari adanya upaya dan perilaku destruktif terhadap pihak-pihak yang perlu mendapatkan perlindungan.
Menutup pintu kebebasan berekspresi bagi kaum perempuan memang bukan sebuah tindakan yang bisa diartikan sebagai upaya ingin "melindungi" posisi kaum perempuan, akan tetapi merupakan sebentuk wacana yang hanya dilandasi oleh cara pandang sempit, karena hanya ingin menunjukkan besarnya kuasa dalam suatu komunitas, dengan menciptakan pola pemahaman baru yang didasarkan penafsiran diri sendiri semata.
Konsepsi melindungi dimanipulasi sehingga tidak memiliki kesepadanan pengertian yang tepat, sehingga akhirnya pemahaman masyarakat terpaku atas pola pengertian yang disodorkan para penguasa. Dalam hal ini, tindakan proteksi yang disimbolkan pada kata melindungi, tidak dapat diberlakukan.
Tindakan proteksi hanya bisa dilakukan apabila segenap upaya untuk menutup segenap celah ataupun peluang munculnya perilaku destruktif, yang mendorong semakin luasnya tindakan pelanggaran hukum atas hak-hak dan kedudukkan kaum perempuan dalam tatanan peraturan yang berlaku, sudah menjadi bagian perilaku sebagian masyarakat. Itupun lebih diarahkan pada subyek kasus, bukan pada kaum perempuan sebagai obyek.
Dalam pola pemahaman yang lebih luas atas kebebasan berekspresi, dapat dikatakan bahwa setiap orang mempunyai tingkat kapasitas diri berbeda-beda dalam mengaktualisasikan segenap inspirasi dan cara pandang, sehingga mampu menciptakan suatu harmoni kehidupan yang sesuai dengan harapan atau cita-cita.
Cara yang lebih terhormat, simpatik, serta menghadirkan bentuk penghargaan atas hak-hak berekspresi setiap insan manusia, khususnya melindungi posisi dan kedudukkan kaum perempuan secara benar, bisa diwujudkan dengan tidak menempatkan kaum perempuan sebagai obyek dari kebijakan.
Sejumlah contoh langkah inspiratif yang bisa diterapkan sebagai bentuk apresiasi untuk melindungi kaum perempuan :
Pertama
Meningkatkan pengetahuan serta pola pemahaman yang lebih baik kepada kaum perempuan tentang kesehtan organ reproduksi dan peningkatan kualitas kesehatan atas organ reproduksi.
Kedua
Memberikan hukuman yang lebih berat bagi para pelaku pelecehan atau pemerkosaan.
Ketiga
Membuat aturan yang konstruktif dan efektif untuk menghentikan adanya perkawinan paksa kaum perempuan yang masih duduk di bangku sekolah, dan
Keempat
Memberikan peluang yang lebih besar bagi kaum perempuan untuk memiliki ketrampilan serta pengetahuan yang bermanfaat dan dapat memberdayakan kehidupan kaum perempuan.
Selain itu, masyarakat juga perlu diberikan pemahaman yang baik dan benar tentang tindakan maupun bentuk-bentuk perlakuan yang dapat dilakukan sebagai wujud melindungi posisi serta kedudukkan kaum perempuan, sehingga tidak muncul perilaku sewenang-wenang dan diluar pemikiran konstruktif untuk menjaga harkat dan martabat hidup kaum perempuan.
Harmonisasi dan dinamika kehidupan, memang tidak terlepas dari adanya kesempatan untuk dapat mengekspresikan segenap pola pemikiran yang dianggap bisa membawa kehidupan tampil lebih baik.
Adanya pembatasan dan keinginan untuk memproteksi, hanya akan menempatkan kebebasan pada palang pintu yang sulit untuk ditembus, apalagi tidak ada nilai tawar yang dinyatakan atas upaya untuk membatasi hak-hak individual seseorang tersebut.
Perilaku sosial masyarakat dalam modernitas kehidupan, selayaknya menempatkan kaum perempuan sebagai insan yang sejajar dengan tingkat kesetaraan yang sama dengan kaum pria, dimana kaum perempuan berhak pula untuk mengekspresikan hal-hal yang ada dalam benak pikiran mereka.
R.A Kartini adalah perempuan pribumi Indonesia yang membuka jalan bagi kebebasan berekspresi dan mendapatkan pendidikan yang setara dengan kaum pria. Sekarang, tinggal bagaimana kaum perempuan mengolah kebebasan itu untuk kebaikkan hidup mereka, hingga mampu menatap masa depan dan tidak pernah takut bersaing dengan kaum pria.
Maju terus, kaum perempuan Indonesia.
.Sarlen Julfree Manurung
Monday, 1 February 2010
Hadiah Terbaik yang Bisa Aku Berikan
Pagi itu, alarm reminder di HP Rico berbunyi nyaring saat dirinya sedang mengerjakan tugas yang diberikan atasannya di kantor. Rico lalu membaca pesan reminder yang dibuatnya beberapa waktu lalu, yang memang sengaja dibuat untuk bisa mengingatkan Rico tentang sesuatu hal.
Isi pesan itu : besok Tasya ulang tahun.
Siapakah Tasya ini?
Tasya adalah sahabat Rico. Persahabatan di antara mereka sudah berlangsung 10 tahun lamanya. Tepatnya, semenjak mereka masih duduk di bangku SMP.
Rico mengenal Tasya sebagai anak orang kaya yang tulus dan baik hati. Bagi Rico, nilai ketulusan serta kebaikkan hati Tasya adalah Cum Laude, karena memang seperti itulah kepribadian yang melekat dan menonjol dari diri Tasya.
Menurut Rico, perbedaan mencolok yang ada pada diri Tasya apabila dibandingkan dengan anak-anak orang kaya lainnya, Tasya tidak sungkan-sungkan untuk bergaul dan berteman dengan Rico, anak seorang PNS golongan IIc yang tinggal di sebuah rumah kontrakan type 36.
Tidak hanya dengan Rico, Tasya juga dekat dengan kedua kakak Rico dan kedua orang tua Rico. Tasya sangat akrab dan tidak jengah untuk berinteraksi dengan keluarga Rico meskipun hanya seadanya saja.
Banyak perbuatan baik yang telah dirupakan Tasya kepada Rico dan keluarganya Rico. Lebih tepatnya, sangat banyak sekali. Kebaikkan hati Tasya itu, bahkan masih terus berlanjut hingga kini, saat Rico sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta.
Memang sih, sebagian besar berkaitan dengan pemberian barang dan materi. Yaaahhhh... mau dibilang apa lagi. Kondisi ekonomi Rico memang jauh dari mencukupi.
Berbagai benda dan materi pemberian tulus berdasarkan kebaikkan hati Tasya, memang pada akhirnya cukup banyak membantu memenuhi kebutuhan atas hal-hal yang sulit diperoleh apabila hanya mengandalkan gaji yang diterima bapaknya Rico.
Bisa dibilang, gaji bapaknya Rico, cuma cukup untuk bayar uang kontrakan rumah, biaya makan sehari-hari, dan membayar cicilan kredit motor bapaknya Rico.
Pernah dalam 1 kesempatan, Rico bertanya kepada Tasya soal sikap tulus serta baik hati yang ditunjukkan Tasya pada dirinya dan keluarganya.
"Tas, kenapa sih, kamu begitu baik sama aku dan keluarga aku?"
Mendengar pertanyaan Rico, Tasya cuma tersenyum. Kemudian ia menundukkan kepala. Diam sejenak lalu kembali menegakkan kepala, masih dengan bibir yang tersenyum manis.
"Pertama, karena kamu juga baik sama aku."
"Kedua, karena keluarga kamu, juga baik sama aku."
Rico gak puas dengan jawaban Tasya. Lalu ia mengajukan pertanyaan kembali kepada Tasya.
" Tapi Tasya, kami sulit membalas kebaikkan hati kamu selama ini? Kami gak punya apa-apa."
Mendengar pertanyaan Rico, kembali Tasya tersenyum.
"Kalian menerima aku apa adanya dengan keramahan kalian, itu sudah cukup. Itu sudah jauh lebih berharga dari pemberian apapun."
Jadi, ini soal penerimaan saja? Cuma itu?
- - -
Hari telah sore. Rico segera berangkat menuju sebuah mall yang letaknya tidak jauh dari kantornya. Ia berkeliling-keliling ke berbagai toko yang ada di mall itu. Rico sempat masuk ke sebuah departemen store, namun tak lama ia disana karena merasa gak jago memilih model pakaian, model sepatu atau aksesoris yang ada di departemen store tersebut.
Rico hampir patah semangat. Ia memilih berhenti sejenak. Tujuannya, gerai tempat menjual minuman dingin. Rico memilih minum Teh Kotak untuk melepas dahaga dan membuka otaknya yang dirasakan buntu.
Pada saat menikmati minuman dingin, mata Rico tertuju ke arah sebuah toko buku rohani. Ia diam sejenak, lalu segera beranjak ke toko itu.
Tak lama, Rico sudah menenteng sebuah kantung belanja. Isinya? Apa lagi kalau bukan kado untuk Tasya.
- - -
Esok paginya, sebelum berangkat ke kantor, Rico mengusahakan dirinya untuk mampir ke rumah Tasya. Melalui pesan SMS, Rico sudah memberitahu Tasya kalau dirinya akan mampir ke rumah Tasya.
Ternyata, Tasya sudah berada di teras depan rumahnya saat Rico tiba di rumah Tasya. Sahabatnya itu segera membukakan pintu pagar.
"Masuk, Ric."
Mereka langsung menuju kursi santai yang ada di teras. Kemudian Rico menyerahkan bungkusan kado yang terbungkus tas plastik kepada Tasya.
"Selamat ulang tahun ya, Tasya."
"Makasih. Duhhhh... Jadi senang nih, pagi-pagi dah nerima kado."
"Jangan marah ya, aku masih belum bisa memberikan yang mahal. Bagiku, ini adalah kado terbaik yang bisa aku berikan, karena kamu sudah baik sama aku dan keluargaku."
"Waaahhhh... jadi pengen tahu, buka yaaa...?" Kata Tasya.
Rico cuma mengangguk. Tanpa melihat anggukan Rico, Tasya segera membuka bungkus kado berbentuk kubus pemberian Rico.
Sewaktu bungkus kado dan kotak tempat kado telah berhasil dibuka, terlihat wajah Tasya sedikit terkesima, karena kado ulang tahun pemberian Rico adalah sebuah ALKITAB.
"Mungkin kamu kaget melihat kado yang aku berikan. Mohon jangan berpikir macam-macam tentang pemberianku ini. Buat aku, itu adalah kado yang terbaik. Kamu tahu, aku tak sanggup untuk membeli barang mewah atau benda yang mahal harganya untuk aku jadikan kado buak kamu, Tasya. Kalau dinilai dengan uang, mungkin tidak seberapa. Tapi, kalau kita mengetahui dan memahami dengan baik isinya, nilainya jauh lebih tinggi, bahkan apabila semua uang yang ada di dunia ini, dikumpulkan."
Rico terdiam sejenak, lalu ia melanjutkan perkataannya.
"Kamu gak marah kan, aku memberikan kamu kado, ALKITAB?"
Tasya tersenyum.
"Thanks, Rico. Aku nggak marah kok. Ini adalah kado termahal yang pernah aku terima saat merayakan ulang tahun. Terima kasih, sobat."
- - - - -
"Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat."
(Yesaya 55 : 2)
- - - - -
GBU Everybody.
.SARLEN JULFREE MANURUNG
Isi pesan itu : besok Tasya ulang tahun.
Siapakah Tasya ini?
Tasya adalah sahabat Rico. Persahabatan di antara mereka sudah berlangsung 10 tahun lamanya. Tepatnya, semenjak mereka masih duduk di bangku SMP.
Rico mengenal Tasya sebagai anak orang kaya yang tulus dan baik hati. Bagi Rico, nilai ketulusan serta kebaikkan hati Tasya adalah Cum Laude, karena memang seperti itulah kepribadian yang melekat dan menonjol dari diri Tasya.
Menurut Rico, perbedaan mencolok yang ada pada diri Tasya apabila dibandingkan dengan anak-anak orang kaya lainnya, Tasya tidak sungkan-sungkan untuk bergaul dan berteman dengan Rico, anak seorang PNS golongan IIc yang tinggal di sebuah rumah kontrakan type 36.
Tidak hanya dengan Rico, Tasya juga dekat dengan kedua kakak Rico dan kedua orang tua Rico. Tasya sangat akrab dan tidak jengah untuk berinteraksi dengan keluarga Rico meskipun hanya seadanya saja.
Banyak perbuatan baik yang telah dirupakan Tasya kepada Rico dan keluarganya Rico. Lebih tepatnya, sangat banyak sekali. Kebaikkan hati Tasya itu, bahkan masih terus berlanjut hingga kini, saat Rico sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta.
Memang sih, sebagian besar berkaitan dengan pemberian barang dan materi. Yaaahhhh... mau dibilang apa lagi. Kondisi ekonomi Rico memang jauh dari mencukupi.
Berbagai benda dan materi pemberian tulus berdasarkan kebaikkan hati Tasya, memang pada akhirnya cukup banyak membantu memenuhi kebutuhan atas hal-hal yang sulit diperoleh apabila hanya mengandalkan gaji yang diterima bapaknya Rico.
Bisa dibilang, gaji bapaknya Rico, cuma cukup untuk bayar uang kontrakan rumah, biaya makan sehari-hari, dan membayar cicilan kredit motor bapaknya Rico.
Pernah dalam 1 kesempatan, Rico bertanya kepada Tasya soal sikap tulus serta baik hati yang ditunjukkan Tasya pada dirinya dan keluarganya.
"Tas, kenapa sih, kamu begitu baik sama aku dan keluarga aku?"
Mendengar pertanyaan Rico, Tasya cuma tersenyum. Kemudian ia menundukkan kepala. Diam sejenak lalu kembali menegakkan kepala, masih dengan bibir yang tersenyum manis.
"Pertama, karena kamu juga baik sama aku."
"Kedua, karena keluarga kamu, juga baik sama aku."
Rico gak puas dengan jawaban Tasya. Lalu ia mengajukan pertanyaan kembali kepada Tasya.
" Tapi Tasya, kami sulit membalas kebaikkan hati kamu selama ini? Kami gak punya apa-apa."
Mendengar pertanyaan Rico, kembali Tasya tersenyum.
"Kalian menerima aku apa adanya dengan keramahan kalian, itu sudah cukup. Itu sudah jauh lebih berharga dari pemberian apapun."
Jadi, ini soal penerimaan saja? Cuma itu?
- - -
Hari telah sore. Rico segera berangkat menuju sebuah mall yang letaknya tidak jauh dari kantornya. Ia berkeliling-keliling ke berbagai toko yang ada di mall itu. Rico sempat masuk ke sebuah departemen store, namun tak lama ia disana karena merasa gak jago memilih model pakaian, model sepatu atau aksesoris yang ada di departemen store tersebut.
Rico hampir patah semangat. Ia memilih berhenti sejenak. Tujuannya, gerai tempat menjual minuman dingin. Rico memilih minum Teh Kotak untuk melepas dahaga dan membuka otaknya yang dirasakan buntu.
Pada saat menikmati minuman dingin, mata Rico tertuju ke arah sebuah toko buku rohani. Ia diam sejenak, lalu segera beranjak ke toko itu.
Tak lama, Rico sudah menenteng sebuah kantung belanja. Isinya? Apa lagi kalau bukan kado untuk Tasya.
- - -
Esok paginya, sebelum berangkat ke kantor, Rico mengusahakan dirinya untuk mampir ke rumah Tasya. Melalui pesan SMS, Rico sudah memberitahu Tasya kalau dirinya akan mampir ke rumah Tasya.
Ternyata, Tasya sudah berada di teras depan rumahnya saat Rico tiba di rumah Tasya. Sahabatnya itu segera membukakan pintu pagar.
"Masuk, Ric."
Mereka langsung menuju kursi santai yang ada di teras. Kemudian Rico menyerahkan bungkusan kado yang terbungkus tas plastik kepada Tasya.
"Selamat ulang tahun ya, Tasya."
"Makasih. Duhhhh... Jadi senang nih, pagi-pagi dah nerima kado."
"Jangan marah ya, aku masih belum bisa memberikan yang mahal. Bagiku, ini adalah kado terbaik yang bisa aku berikan, karena kamu sudah baik sama aku dan keluargaku."
"Waaahhhh... jadi pengen tahu, buka yaaa...?" Kata Tasya.
Rico cuma mengangguk. Tanpa melihat anggukan Rico, Tasya segera membuka bungkus kado berbentuk kubus pemberian Rico.
Sewaktu bungkus kado dan kotak tempat kado telah berhasil dibuka, terlihat wajah Tasya sedikit terkesima, karena kado ulang tahun pemberian Rico adalah sebuah ALKITAB.
"Mungkin kamu kaget melihat kado yang aku berikan. Mohon jangan berpikir macam-macam tentang pemberianku ini. Buat aku, itu adalah kado yang terbaik. Kamu tahu, aku tak sanggup untuk membeli barang mewah atau benda yang mahal harganya untuk aku jadikan kado buak kamu, Tasya. Kalau dinilai dengan uang, mungkin tidak seberapa. Tapi, kalau kita mengetahui dan memahami dengan baik isinya, nilainya jauh lebih tinggi, bahkan apabila semua uang yang ada di dunia ini, dikumpulkan."
Rico terdiam sejenak, lalu ia melanjutkan perkataannya.
"Kamu gak marah kan, aku memberikan kamu kado, ALKITAB?"
Tasya tersenyum.
"Thanks, Rico. Aku nggak marah kok. Ini adalah kado termahal yang pernah aku terima saat merayakan ulang tahun. Terima kasih, sobat."
- - - - -
"Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat."
(Yesaya 55 : 2)
- - - - -
GBU Everybody.
.SARLEN JULFREE MANURUNG
Friday, 29 January 2010
Aksi Demonstrasi, Bukan Aksi Menebar Benci
Kemarin (28/01/10), sebuah aksi demonstrasi besar di depan Istana Merdeka. Pelaksananya, ribuan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat yang menyampaikan aspirasi demokrasi, sehubungan dengan 100 hari masa pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu.
Dalam aksi demonstrasi tersebut, mereka ingin menggugah pernyataan pemerintah yang telah berulang kali menyatakan, hampir semua dari 15 program kerja prioritas yang telah dicanangkan Presiden SBY pada tanggal 5 November 2009 lalu, telah berhasil dilakukan.
Mahasiswa menilai, keberhasilan yang dimaksudkan pemerintah tersebut, belum sampai pada tahap finalisasi hasil kerja, yang manfaat dan efektifitas pelaksanaannya, baru sebatas catatan laporan kerja, karena belum menghadirkan perubahan besar dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat dan perbaikan kemampuan ekonomi (daya beli) masyarakat.
Eforia yang telah dipublikasikan, nampaknya hanya ingin membangun imajinasi positif dalam benak pikiran masyarakat atas kepemimpinan Presiden SBY.
Padahal hingga kini, pencapaian besar yang digembar-gemborkan sebagai sebuah keberhasilan itu, belum dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat hasil kerjanya.
Sebuah program kerja yang diadakan untuk kepentingan / kemajuan masyarakat, selayaknya mempunyai periodisasi waktu tidak sebentar dalam pemberlakuannya, mengingat luasnya wilayah negara kita, dan perlu dilakukannya tindakan sosialisasi untuk memperkenalkannya kepada masyarakat.
Akan tetapi tindakan sosialisasi tidak dilakukan dengan maksimal. Hal ini diakui pula oleh salah seorang menteri yang menjadi narasumber dalam acara dialog di stasiun televisi swasta, semalam.
Menteri tersebut menyatakan, upaya sosialisasi terbentur oleh maraknya pemberitaan kasus pembunuhan Nazarudin Zulkarnaen yang menempatkan mantan Ketua KPK, Antashari Azhar sebagai terdakwa, dan pemberitaan tentang sidang-sidang Pansus Hak Angket DPR RI atas kasus Bank Century.
Tentu saja, ini adalah sebuah kelalaian karena memaparkan isi dari 15 program kerja prioritas dan program-program kerja pemerintah lainnya kepada masyarakat, merupakan kewajiban pemerintah. Masyarakat berhak untuk mengetahuinya.
Oleh sebab itu, perlu dipertanyakan apakah dasar dari penetapan tingkat keberhasilan pelaksanaan program kerja prioritas yang telah dipublikasikan pemerintah pada pertengahan bulan Januari 2010 ini.
Nampaknya, tujuan mempublikasikan "kesuksesan" sebelum genap 100 hari masa kerja tersebut, selain untuk menarik perhatian dan rasa simpatik masyarakat, juga untuk mengalihkan perhatian dari maraknya pemberitaan soal kasus Bank Century yang sedang dicermati Panitia Khusus Hak Angket DPR RI.
Dalam khasanah kehidupan berdemokrasi, aksi demonstrasi yang akan digelar mahasiswa besok, sebaiknya kita terjemahkan sebagai tindakan mengingatkan pemerintahan Presiden SBY untuk tidak membangun opini publik dengan menghadirkan upaya-upaya terukur yang sesungguhnya hanya ingin memberi kesan baik semata.
Saat ini, tingkat pemahaman masyarakat atas etos kerja para politisi kita, sudah semakin baik. Penilaian masyarakat dapat langsung di diungkapkan apabila memang tidak sesuai kenyataan.
Adanya pola pemikiran yang hanya ingin memberikan kesan baik, dapat langsung diuji tingkat kebenarannya karena sebuah skenario besar, pasti memiliki titik kelemahan.
Contohnya, bisa di lihat dari pengungkapan skandal yang melibatkan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, yang tidak bisa menahan "hasrat laki-lakinya" pada saat bertemu dengan pegawai magang di kantor Kepresidenan White House, Monica Lewinsky.
Berbagai bantahan yang disampaikan oleh staff White House dan dari Bill Clinton sendiri, pada akhirnya tak bisa lagi ditutup-tutupi karena adanya fakta (setelah dilakukan investigasi) serta sejumlah kesaksian.
Pengumuman tentang keberhasilan pelaksanaan 15 program kerja prioritas dari Kabinet Indonesia Bersatu tersebut, memang bukan skandal. Oleh sebab itu, proses investigasi tidak dibutuhkan, selama pemerintah kita masih mempunyai hati nurani serta mau berkata jujur.
Tahu atau tidak tahu apa saja isi dari 15 program kerja prioritas Kabinet Indonesia Bersatu, namun seluruh bangsa Indonesia sangat menginginkan pemerintah yang dipilihnya melalui kegiatan pemilu, bisa menunjukkan hasil kerja nyata yang bisa dirasakan seluruh masyarakat.
Pemerintah memang terlihat kurang peka terhadap kebutuhan masyarakat untuk bisa melihat serta mendapatkan akses dengan mudah untuk mengetahui apa saja program-program kerja pemerintah yang sedang dan akan dilaksanakan, karena pemerintah sendiri tidak mencoba aktif mempublikasikan hal-hal penting yang sudah serta akan dijalani.
Wajar saja kiranya kalau beragam aspirasi yang berkembang ditengah-tengah masyarakat, hanya berisikan kekecewaan dan himbauan moril supaya pemerintah lebih aktif bekerja, yang pelaksanaannya dapat langsung dirasakan masyarakat.
Seluruh elemen pemerintah seharusnya sadar serta selalu mengingat, keberadaan mereka di kursi pemerintahan saat ini, bukan hanya karena kemampuan dan kepintaran mereka semata, namun lebih dari pada itu, karena adanya sejumlah besar suara dukungan masyarakat yang memilih mereka dalam pemilu.
Apabila ingin meminjam kata-kata yang sering kali dinyatakan oleh anggota Fraksi-Partai Demokrat DPR RI, Ruhut Poltak Sitompul, maka pemerintah seharusnya mengingat kalau "suara rakyat itu adalah suara tuhan" yang sepatutnya didengarkan dan mendapat perhatian penuh dari pemerintah.
Oleh sebab itu, tidak layak kiranya kalau mereka menutup diri, memberi kesan menjaga jarak dengan membuat pernyataan-pernyataan yang seakan-akan ingin menyatakan kalau mereka merasa "alergi" dengan suara-suara yang mengkritisi gaya serta cara mereka bekerja sebagai seorang pemimpin.
Masyarakat butuh hasil dan karya nyata dari segenap program kerja yang telah dicanangkan pemerintah, yang pelaksanaan serta manfaatnya, bisa segera membawa arus perubahan besar bagi kemajuan hidup banyak komponen masyarakat, bukan sekedar catatan laporan keberhasilan diatas kertas.
Harga-harga berbagai barang kebutuhan pokok masih tinggi. Padahal, kemampuan daya beli masyarakat masih belum berubah semenjak program-program kerja itu telah dicanangkan pemerintah, bahkan sejak pelantikan pasangan Presiden-Wakil Presiden dilakukan.
Demikian pula dengan tingkat pengangguran dan angka kemiskinan penduduk. Masih banyak hal yang perlu diurus dan diperbaiki dari kualitas hidup masyarakat kita.
Oleh sebab itu, aksi demonstrasi hari ini diadakan, yaitu untuk mendesak pemerintah untuk lebih memperhatikan kondisi rakyat yang dipimpinnya. Rakyat menegur pemimpinnya agar mereka tidak lalai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Jadi, pemerintah tidak perlu khawatir dan menghadirkan pola pemikiran negatif atas aksi demonstrasi mahasiswa yang diadakan besar-besaran hari ini.
Berbagai program kerja yang dihadirkan pemerintah, selayaknya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat luas. Pemerintah jangan terlena oleh kekuasaan, sebab kekuasaan yang ada di tangan mereka, adalah amanah agar mereka meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Saat kita memilih demokrasi, rakyat menginginkan pemimpin yang tidak hanya mendengar, tetapi juga mewujudkan itu dalam realitas. Tipe pemimpin seperti inilah yang diperlukan sekarang."
- Anies Baswedan -
.SARLEN JULFREE MANURUNG
Dalam aksi demonstrasi tersebut, mereka ingin menggugah pernyataan pemerintah yang telah berulang kali menyatakan, hampir semua dari 15 program kerja prioritas yang telah dicanangkan Presiden SBY pada tanggal 5 November 2009 lalu, telah berhasil dilakukan.
Mahasiswa menilai, keberhasilan yang dimaksudkan pemerintah tersebut, belum sampai pada tahap finalisasi hasil kerja, yang manfaat dan efektifitas pelaksanaannya, baru sebatas catatan laporan kerja, karena belum menghadirkan perubahan besar dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat dan perbaikan kemampuan ekonomi (daya beli) masyarakat.
Eforia yang telah dipublikasikan, nampaknya hanya ingin membangun imajinasi positif dalam benak pikiran masyarakat atas kepemimpinan Presiden SBY.
Padahal hingga kini, pencapaian besar yang digembar-gemborkan sebagai sebuah keberhasilan itu, belum dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat hasil kerjanya.
Sebuah program kerja yang diadakan untuk kepentingan / kemajuan masyarakat, selayaknya mempunyai periodisasi waktu tidak sebentar dalam pemberlakuannya, mengingat luasnya wilayah negara kita, dan perlu dilakukannya tindakan sosialisasi untuk memperkenalkannya kepada masyarakat.
Akan tetapi tindakan sosialisasi tidak dilakukan dengan maksimal. Hal ini diakui pula oleh salah seorang menteri yang menjadi narasumber dalam acara dialog di stasiun televisi swasta, semalam.
Menteri tersebut menyatakan, upaya sosialisasi terbentur oleh maraknya pemberitaan kasus pembunuhan Nazarudin Zulkarnaen yang menempatkan mantan Ketua KPK, Antashari Azhar sebagai terdakwa, dan pemberitaan tentang sidang-sidang Pansus Hak Angket DPR RI atas kasus Bank Century.
Tentu saja, ini adalah sebuah kelalaian karena memaparkan isi dari 15 program kerja prioritas dan program-program kerja pemerintah lainnya kepada masyarakat, merupakan kewajiban pemerintah. Masyarakat berhak untuk mengetahuinya.
Oleh sebab itu, perlu dipertanyakan apakah dasar dari penetapan tingkat keberhasilan pelaksanaan program kerja prioritas yang telah dipublikasikan pemerintah pada pertengahan bulan Januari 2010 ini.
Nampaknya, tujuan mempublikasikan "kesuksesan" sebelum genap 100 hari masa kerja tersebut, selain untuk menarik perhatian dan rasa simpatik masyarakat, juga untuk mengalihkan perhatian dari maraknya pemberitaan soal kasus Bank Century yang sedang dicermati Panitia Khusus Hak Angket DPR RI.
Dalam khasanah kehidupan berdemokrasi, aksi demonstrasi yang akan digelar mahasiswa besok, sebaiknya kita terjemahkan sebagai tindakan mengingatkan pemerintahan Presiden SBY untuk tidak membangun opini publik dengan menghadirkan upaya-upaya terukur yang sesungguhnya hanya ingin memberi kesan baik semata.
Saat ini, tingkat pemahaman masyarakat atas etos kerja para politisi kita, sudah semakin baik. Penilaian masyarakat dapat langsung di diungkapkan apabila memang tidak sesuai kenyataan.
Adanya pola pemikiran yang hanya ingin memberikan kesan baik, dapat langsung diuji tingkat kebenarannya karena sebuah skenario besar, pasti memiliki titik kelemahan.
Contohnya, bisa di lihat dari pengungkapan skandal yang melibatkan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, yang tidak bisa menahan "hasrat laki-lakinya" pada saat bertemu dengan pegawai magang di kantor Kepresidenan White House, Monica Lewinsky.
Berbagai bantahan yang disampaikan oleh staff White House dan dari Bill Clinton sendiri, pada akhirnya tak bisa lagi ditutup-tutupi karena adanya fakta (setelah dilakukan investigasi) serta sejumlah kesaksian.
Pengumuman tentang keberhasilan pelaksanaan 15 program kerja prioritas dari Kabinet Indonesia Bersatu tersebut, memang bukan skandal. Oleh sebab itu, proses investigasi tidak dibutuhkan, selama pemerintah kita masih mempunyai hati nurani serta mau berkata jujur.
Tahu atau tidak tahu apa saja isi dari 15 program kerja prioritas Kabinet Indonesia Bersatu, namun seluruh bangsa Indonesia sangat menginginkan pemerintah yang dipilihnya melalui kegiatan pemilu, bisa menunjukkan hasil kerja nyata yang bisa dirasakan seluruh masyarakat.
Pemerintah memang terlihat kurang peka terhadap kebutuhan masyarakat untuk bisa melihat serta mendapatkan akses dengan mudah untuk mengetahui apa saja program-program kerja pemerintah yang sedang dan akan dilaksanakan, karena pemerintah sendiri tidak mencoba aktif mempublikasikan hal-hal penting yang sudah serta akan dijalani.
Wajar saja kiranya kalau beragam aspirasi yang berkembang ditengah-tengah masyarakat, hanya berisikan kekecewaan dan himbauan moril supaya pemerintah lebih aktif bekerja, yang pelaksanaannya dapat langsung dirasakan masyarakat.
Seluruh elemen pemerintah seharusnya sadar serta selalu mengingat, keberadaan mereka di kursi pemerintahan saat ini, bukan hanya karena kemampuan dan kepintaran mereka semata, namun lebih dari pada itu, karena adanya sejumlah besar suara dukungan masyarakat yang memilih mereka dalam pemilu.
Apabila ingin meminjam kata-kata yang sering kali dinyatakan oleh anggota Fraksi-Partai Demokrat DPR RI, Ruhut Poltak Sitompul, maka pemerintah seharusnya mengingat kalau "suara rakyat itu adalah suara tuhan" yang sepatutnya didengarkan dan mendapat perhatian penuh dari pemerintah.
Oleh sebab itu, tidak layak kiranya kalau mereka menutup diri, memberi kesan menjaga jarak dengan membuat pernyataan-pernyataan yang seakan-akan ingin menyatakan kalau mereka merasa "alergi" dengan suara-suara yang mengkritisi gaya serta cara mereka bekerja sebagai seorang pemimpin.
Masyarakat butuh hasil dan karya nyata dari segenap program kerja yang telah dicanangkan pemerintah, yang pelaksanaan serta manfaatnya, bisa segera membawa arus perubahan besar bagi kemajuan hidup banyak komponen masyarakat, bukan sekedar catatan laporan keberhasilan diatas kertas.
Harga-harga berbagai barang kebutuhan pokok masih tinggi. Padahal, kemampuan daya beli masyarakat masih belum berubah semenjak program-program kerja itu telah dicanangkan pemerintah, bahkan sejak pelantikan pasangan Presiden-Wakil Presiden dilakukan.
Demikian pula dengan tingkat pengangguran dan angka kemiskinan penduduk. Masih banyak hal yang perlu diurus dan diperbaiki dari kualitas hidup masyarakat kita.
Oleh sebab itu, aksi demonstrasi hari ini diadakan, yaitu untuk mendesak pemerintah untuk lebih memperhatikan kondisi rakyat yang dipimpinnya. Rakyat menegur pemimpinnya agar mereka tidak lalai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Jadi, pemerintah tidak perlu khawatir dan menghadirkan pola pemikiran negatif atas aksi demonstrasi mahasiswa yang diadakan besar-besaran hari ini.
Berbagai program kerja yang dihadirkan pemerintah, selayaknya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat luas. Pemerintah jangan terlena oleh kekuasaan, sebab kekuasaan yang ada di tangan mereka, adalah amanah agar mereka meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Saat kita memilih demokrasi, rakyat menginginkan pemimpin yang tidak hanya mendengar, tetapi juga mewujudkan itu dalam realitas. Tipe pemimpin seperti inilah yang diperlukan sekarang."
- Anies Baswedan -
.SARLEN JULFREE MANURUNG
Mengembangkan Diri untuk Meraih Keberhasilan Hidup
"Jangan pernah memandang tempat dan pekerjaan apa yang sedang kita kerjakan, selama semuanya itu kita lakukan dengan tidak melanggar hukum serta penghasilan yang didapat, diperoleh dari hasil keringat kita sendiri."
Begitulah kira-kira kesimpulan dari artikel yang dimuat di halaman pertama Harian Surat Kabar KOMPAS pada tanggal 19 Januari 2010, yang mengupas tentang kehidupan dari para pemulung ban bekas yang ada di daerah Bongkaran, Tanah Abang.
Semua orang pasti ingin meraih keberhasilan di setiap langkah kehidupan yang dijalani. Adanya keberhasilan akan membawa kebahagiaan dan kebanggaan diri.
Pada sisi yang lain, tidak sedikit pula orang yang mengeluh, karena hingga kini perjuangan mereka belum membuat mereka hidup sejahtera, sehingga sedikit sekali cerita kesuksesan yang bisa membuat diri mereka bangga atas segenap hasil yang telah dicapainya.
Bagi mereka, memiliki penghasilan yang membuat mereka bisa mencukupi kebutuhan hidup, baru sebatas mimpi semata.
Nominal rupiah yang diterima setiap bulan sebagai penghasilan, adalah buah dari usaha. Semakin besar nilainya, merupakan buah yang sepadan sebagai sebuah penghargaan atas ketekunan serta eksistensi kerja yang telah dicapai.
Tentu saja, semakin besar nominal penghasilan yang diperoleh, merupakan tanda pengakuan orang lain atas dedikasi yang ditunjukkan selama ini.
Memang, tidak semua orang yang bisa meraih penghasilan besar untuk setiap usaha yang dilakukannya. Hal ini disebabkan karena adanya pengelompokkan bidang pekerjaan dan adanya komponen tanggung jawab yang menimbulkan adanya perbedaan dalam penghitungan terhadap upah yang akan diterima setiap bulannya.
Sejumlah keterbatasan serta kendala, baik yang berasal dari dalam diri, maupun kendala yang muncul oleh karena situasi dan kondisi faktual yang sulit ditolak, dapat menjadi penyebab seseorang hanya bisa pasrah memiliki penghasilan yang pas-pasan atau bahkan kurang memadai.
Haruskah pasrah dengan keadaan? Tentu saja tidak, sebaiknya jangan.
Pada dasarnya, hasil terbaik dari sebuah usaha akan sulit diperoleh apabila hambatan yang sekiranya bisa membuat seseorang tidak dapat bangkit dari kesusahan atau kesulitan hidup, tidak segera disikapi. Dasar pemikirannya, hidup tak akan berkembang seperti yang diinginkan apabila tidak mencoba untuk menghadirkan perubahan gaya dan sikap hidup.
Jangan pernah berharap ada perubahan kondisi kemampuan ekonomi apabila memelihara sikap malas didalam diri.
Seorang pemalas adalah pribadi yang lambat menyadari kalau kehidupan harus disikapi dengan bekerja, mencurahkan segenap kemampuan diri untuk mendapatkan penghasilan yang sesuai dengan besarnya biaya hidup sehingga dapat hidup dengan layak.
Bagaimana hidup ini mau berkembang dan mengalami perbaikan kalau kemalasan dibiarkan menjadi bagian dari sikap hidup? Perang yang paling sulit itu adalah memerangi hal-hal negatif yang ada didalam diri sendiri.
Ingat! Perbaikan kualitas hidup dan kemampuan ekonomi itu, adalah pilihan.
Pada dasarnya, setiap orang dapat memperbaiki kondisi kemampuan ekonominya. Adanya hambatan dari dalam diri dipecahkan dengan menghadirkan kemauan dan hasarat untuk tidak terlalu lama terjebak dalam kekurangan dan kelemahan diri.
Langkah perubahan tingkat kesejahteraan hidup seakan sulit digapai dan akan selalu menghadirkan dilema, apabila seseorang tidak menghadirkan keinginan untuk mengangkat harkat dan martabat hidup dengan segenap kemampuan serta ketrampilan yang dimilikinya.
Oleh sebab itu, arus perubahan harus dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan merubah gaya berpikir serta sikap diri. Buka cakrawala berpikir lebih luas lagi. Yakinkan diri, bahwa segala sesuatu yang sekiranya bisa memperbaharui kualitas hidup, layak untuk dilakukan.
Jangan batasi diri dengan pemikiran-pemikiran yang membuat kita hanya terpaku pada apa yang ada, namun proyeksikanlah diri untuk menatap masa depan. Buatlah skema pengembangan diri yang dapat membuat kita tidak mudah menyerah dan pasrah oleh keadaan.
Konsep selanjutnya adalah : mengembangkan / meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri, terutama untuk melengkapi segenap kekurangan atau kelemahan diri.
Dunia kerja sangat identik dengan persaingan. Mempersiapkan langkah-langkah untuk terus bertumbuh, mengembangkan / meningkatkan kapasitas diri adalah sebuah pilihan yang tak mungkin dihindari apabila ingin tetap berada pada kancah persaingan sehat di dunia kerja.
Eksplorasi segenap kemampuan yang ada saja, tidaklah cukup. Dalam periode waktu tertentu, harus pula diimbangi dengan adanya upaya-upaya terukur untuk memperkaya diri dengan ilmu dan ketrampilan baru agar wawasan dapat terus bertambah.
Beberapa orang yang berpikiran kritis mengatakan, "Bagaimana caranya mengembangkan kemampuan dan ketrampilan, kalau untuk mendapatkannya, kita harus mengeluarkan sejumlah besar uang?"
Pertanyaan itu memang mengandung kebenaran. Akan tetapi, Tuhan telah menentukan manusia untuk memiliki akal pikiran yang bisa digunakan sebagai alat negosiasi atau menghadirkan inspirasi dalam mendapatkan satu atau sejumlah pengetahuan / wawasan baru. Kenapa kita tidak menggunakannya?
Cukup banyak orang-orang sukses di dunia ini yang berhasil karena mereka mau terus-menerus mengasah kemampuan dan berusaha untuk memperdalam wawasan, dengan memanfaatkan daya pikir serta menginspirasikan hal-hal yang mungkin kita kerjakan (berpikir kreatif) untuk kita selesaikan. Dalam hal ini, jangan pernah setengah-setengah untuk mengerjakan sesuatu.
Bill Gates (pendiri Microsoft), Mark Zuckerberg (pendiri Facebook), Harland Sanders (pendiri KFC), Henry Ford (pendiri perusahaan automotif Ford), dan Ir. Ciputra (pendiri kelompok usaha konglomerasi CIPUTRA GROUP) adalah contoh pribadi-pribadi orang yang memulai langkah kemajuan hidup dengan kerja keras serta kemauan diri untuk terus berkembang.
Mereka adalah orang-orang sukses dan diakui keberhasilannya oleh masyarakat dunia serta masyarakat Indonesia. Mereka tidak berasal dari keluarga kaya, namun mereka tetap bisa maju dan menjadi orang terpandang oleh karena membangun kemauan yang kuat dan terus berusaha.
Jangan biarkan keinginan untuk hidup maju mengalami hambatan hanya karena kita sudah "nelangsa" terlebih dahulu karena terbentur oleh biaya. Gunakan akal dan kedekatan pribadi kita dengan banyak orang untuk bisa membantu diri kita mendapatkan tambahan pengetahuan dan perluasan wawasan.
Apabila kita melakukannya (aktif memperkaya pengetahuan dan wawasan diri), itu sama artinya diri ini siap untuk menghadapi tantangan dan dapat bekerja secara dinamis.
Tahap selanjutnya, tanamkan dalam diri sendiri, bahwa diri ini bisa mencapai tangga kesuksesan dengan bekerja keras dan mengembangkan segenap potensi diri yang dapat membuat diri kita untuk bersaing dengan lainnya.
Dengan memperkokoh keyakinan diri, sama artinya kita mulai berusaha untuk membuka segenap pintu hambatan, yang telah mengekang kita dengan keterbatasan inspirasi untuk terus bergerak maju.
Penekanan selanjutnya, kendalikan diri dengan dekat kepada Tuhan. Adanya pengendalian diri yang didasari oleh prinsip "takut akan Tuhan" akan mendorong kita untuk selalu ingat akan kebaikkan Tuhan (adanya sikap mengucap syukur selalu), dan mengingat akan perintah-perintahNya, terutama untuk menjauhi perilaku kotor dalam bekerja.
Tuhan melalui FirmanNya dalam Yosua 1 : 7 menyatakan tentang prinsip-prinsip dasar dalam menjalani usaha dan dalam memulai suatu pekerjaan :
"Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati dengan seluruh hukum yang telah diperntahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa, janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, kemanapun engkau pergi.
Apabila kita terus menumbuhkan rasa kecintaan kita pada Tuhan, kita akan dapat meraih banyak hal, termasuk diantaranya kesuksesan dan keberhasilan hidup, karena kecintaan kita padaNya itu, akan berbuah berkat yang Tuhan berikan dengan berlimpah-limpah kepada kita.
Setiap orang pasti dapat meraih keberhasilan hidup, dengan tidak membatasi diri dan alam pikiran. Pada satu sisi, memang ada kendala. Menyadari adanya kelemahan diri, sebaiknya menjadi langkah awal untuk menggali dan mengembangkan potensi diri yang selama ini tidak terasah dengan baik.
Jangan cepat puas dengan kemampuan individual yang kita miliki. Buka terus wawasan berpikir dan jangan pernah berhenti untuk terus berlatih, mengasah kemampuan diri.
Cari dan update terus pengetahuan baru, yang kelak bermanfaat bagi kemajuan hidup kita. Ketika ilmu pengetahuan terus berkembang, apakah kita hanya diam saja, berpuas diri dengan pengetahuan dan ketrampilan yang kita miliki? Sebaiknya, jangan pernah berpikir demikian.
Hal-hal penting lainnya, yang dapat mendorong kita pada keberhasilan hidup : meyakini adanya campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita, dengan menjaga sikap percaya kepada Tuhan, sebab Tuhan yang bisa kasih kita jalan untuk berhasil dan meraih kesuksesan.
Tetap jaga alur pikiran kita untuk terus berkembang, tidak menyerah oleh keadaan tapi kalahkan keadaan dengan berusaha / bekerja keras dengan tetap menjaga prinsip-prinsip hidup benar serta bertindak dalam kebaikan hati dan pikiran, tidak hanya kepada diri kita sendiri, tetapi juga kepada orang-orang di sekitar kita.
Orang lain bisa meraih keberhasilan atau kesuksesan hidup, kenapa kita tidak bisa?
Kiranya tulisan ini membawa banyak manfaat dan bisa memotivasi diri untuk terus mengembangkan wawasan berpikir kita, agar dapat meraih keberhasilan hidup, apapun pekerjaan kita.
Tuhan yang teramat baik, memberkati kita semua.
.Sarlen Julfree Manurung
Begitulah kira-kira kesimpulan dari artikel yang dimuat di halaman pertama Harian Surat Kabar KOMPAS pada tanggal 19 Januari 2010, yang mengupas tentang kehidupan dari para pemulung ban bekas yang ada di daerah Bongkaran, Tanah Abang.
Semua orang pasti ingin meraih keberhasilan di setiap langkah kehidupan yang dijalani. Adanya keberhasilan akan membawa kebahagiaan dan kebanggaan diri.
Pada sisi yang lain, tidak sedikit pula orang yang mengeluh, karena hingga kini perjuangan mereka belum membuat mereka hidup sejahtera, sehingga sedikit sekali cerita kesuksesan yang bisa membuat diri mereka bangga atas segenap hasil yang telah dicapainya.
Bagi mereka, memiliki penghasilan yang membuat mereka bisa mencukupi kebutuhan hidup, baru sebatas mimpi semata.
Nominal rupiah yang diterima setiap bulan sebagai penghasilan, adalah buah dari usaha. Semakin besar nilainya, merupakan buah yang sepadan sebagai sebuah penghargaan atas ketekunan serta eksistensi kerja yang telah dicapai.
Tentu saja, semakin besar nominal penghasilan yang diperoleh, merupakan tanda pengakuan orang lain atas dedikasi yang ditunjukkan selama ini.
Memang, tidak semua orang yang bisa meraih penghasilan besar untuk setiap usaha yang dilakukannya. Hal ini disebabkan karena adanya pengelompokkan bidang pekerjaan dan adanya komponen tanggung jawab yang menimbulkan adanya perbedaan dalam penghitungan terhadap upah yang akan diterima setiap bulannya.
Sejumlah keterbatasan serta kendala, baik yang berasal dari dalam diri, maupun kendala yang muncul oleh karena situasi dan kondisi faktual yang sulit ditolak, dapat menjadi penyebab seseorang hanya bisa pasrah memiliki penghasilan yang pas-pasan atau bahkan kurang memadai.
Haruskah pasrah dengan keadaan? Tentu saja tidak, sebaiknya jangan.
Pada dasarnya, hasil terbaik dari sebuah usaha akan sulit diperoleh apabila hambatan yang sekiranya bisa membuat seseorang tidak dapat bangkit dari kesusahan atau kesulitan hidup, tidak segera disikapi. Dasar pemikirannya, hidup tak akan berkembang seperti yang diinginkan apabila tidak mencoba untuk menghadirkan perubahan gaya dan sikap hidup.
Jangan pernah berharap ada perubahan kondisi kemampuan ekonomi apabila memelihara sikap malas didalam diri.
Seorang pemalas adalah pribadi yang lambat menyadari kalau kehidupan harus disikapi dengan bekerja, mencurahkan segenap kemampuan diri untuk mendapatkan penghasilan yang sesuai dengan besarnya biaya hidup sehingga dapat hidup dengan layak.
Bagaimana hidup ini mau berkembang dan mengalami perbaikan kalau kemalasan dibiarkan menjadi bagian dari sikap hidup? Perang yang paling sulit itu adalah memerangi hal-hal negatif yang ada didalam diri sendiri.
Ingat! Perbaikan kualitas hidup dan kemampuan ekonomi itu, adalah pilihan.
Pada dasarnya, setiap orang dapat memperbaiki kondisi kemampuan ekonominya. Adanya hambatan dari dalam diri dipecahkan dengan menghadirkan kemauan dan hasarat untuk tidak terlalu lama terjebak dalam kekurangan dan kelemahan diri.
Langkah perubahan tingkat kesejahteraan hidup seakan sulit digapai dan akan selalu menghadirkan dilema, apabila seseorang tidak menghadirkan keinginan untuk mengangkat harkat dan martabat hidup dengan segenap kemampuan serta ketrampilan yang dimilikinya.
Oleh sebab itu, arus perubahan harus dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan merubah gaya berpikir serta sikap diri. Buka cakrawala berpikir lebih luas lagi. Yakinkan diri, bahwa segala sesuatu yang sekiranya bisa memperbaharui kualitas hidup, layak untuk dilakukan.
Jangan batasi diri dengan pemikiran-pemikiran yang membuat kita hanya terpaku pada apa yang ada, namun proyeksikanlah diri untuk menatap masa depan. Buatlah skema pengembangan diri yang dapat membuat kita tidak mudah menyerah dan pasrah oleh keadaan.
Konsep selanjutnya adalah : mengembangkan / meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri, terutama untuk melengkapi segenap kekurangan atau kelemahan diri.
Dunia kerja sangat identik dengan persaingan. Mempersiapkan langkah-langkah untuk terus bertumbuh, mengembangkan / meningkatkan kapasitas diri adalah sebuah pilihan yang tak mungkin dihindari apabila ingin tetap berada pada kancah persaingan sehat di dunia kerja.
Eksplorasi segenap kemampuan yang ada saja, tidaklah cukup. Dalam periode waktu tertentu, harus pula diimbangi dengan adanya upaya-upaya terukur untuk memperkaya diri dengan ilmu dan ketrampilan baru agar wawasan dapat terus bertambah.
Beberapa orang yang berpikiran kritis mengatakan, "Bagaimana caranya mengembangkan kemampuan dan ketrampilan, kalau untuk mendapatkannya, kita harus mengeluarkan sejumlah besar uang?"
Pertanyaan itu memang mengandung kebenaran. Akan tetapi, Tuhan telah menentukan manusia untuk memiliki akal pikiran yang bisa digunakan sebagai alat negosiasi atau menghadirkan inspirasi dalam mendapatkan satu atau sejumlah pengetahuan / wawasan baru. Kenapa kita tidak menggunakannya?
Cukup banyak orang-orang sukses di dunia ini yang berhasil karena mereka mau terus-menerus mengasah kemampuan dan berusaha untuk memperdalam wawasan, dengan memanfaatkan daya pikir serta menginspirasikan hal-hal yang mungkin kita kerjakan (berpikir kreatif) untuk kita selesaikan. Dalam hal ini, jangan pernah setengah-setengah untuk mengerjakan sesuatu.
Bill Gates (pendiri Microsoft), Mark Zuckerberg (pendiri Facebook), Harland Sanders (pendiri KFC), Henry Ford (pendiri perusahaan automotif Ford), dan Ir. Ciputra (pendiri kelompok usaha konglomerasi CIPUTRA GROUP) adalah contoh pribadi-pribadi orang yang memulai langkah kemajuan hidup dengan kerja keras serta kemauan diri untuk terus berkembang.
Mereka adalah orang-orang sukses dan diakui keberhasilannya oleh masyarakat dunia serta masyarakat Indonesia. Mereka tidak berasal dari keluarga kaya, namun mereka tetap bisa maju dan menjadi orang terpandang oleh karena membangun kemauan yang kuat dan terus berusaha.
Jangan biarkan keinginan untuk hidup maju mengalami hambatan hanya karena kita sudah "nelangsa" terlebih dahulu karena terbentur oleh biaya. Gunakan akal dan kedekatan pribadi kita dengan banyak orang untuk bisa membantu diri kita mendapatkan tambahan pengetahuan dan perluasan wawasan.
Apabila kita melakukannya (aktif memperkaya pengetahuan dan wawasan diri), itu sama artinya diri ini siap untuk menghadapi tantangan dan dapat bekerja secara dinamis.
Tahap selanjutnya, tanamkan dalam diri sendiri, bahwa diri ini bisa mencapai tangga kesuksesan dengan bekerja keras dan mengembangkan segenap potensi diri yang dapat membuat diri kita untuk bersaing dengan lainnya.
Dengan memperkokoh keyakinan diri, sama artinya kita mulai berusaha untuk membuka segenap pintu hambatan, yang telah mengekang kita dengan keterbatasan inspirasi untuk terus bergerak maju.
Penekanan selanjutnya, kendalikan diri dengan dekat kepada Tuhan. Adanya pengendalian diri yang didasari oleh prinsip "takut akan Tuhan" akan mendorong kita untuk selalu ingat akan kebaikkan Tuhan (adanya sikap mengucap syukur selalu), dan mengingat akan perintah-perintahNya, terutama untuk menjauhi perilaku kotor dalam bekerja.
Tuhan melalui FirmanNya dalam Yosua 1 : 7 menyatakan tentang prinsip-prinsip dasar dalam menjalani usaha dan dalam memulai suatu pekerjaan :
"Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati dengan seluruh hukum yang telah diperntahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa, janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, kemanapun engkau pergi.
Apabila kita terus menumbuhkan rasa kecintaan kita pada Tuhan, kita akan dapat meraih banyak hal, termasuk diantaranya kesuksesan dan keberhasilan hidup, karena kecintaan kita padaNya itu, akan berbuah berkat yang Tuhan berikan dengan berlimpah-limpah kepada kita.
Setiap orang pasti dapat meraih keberhasilan hidup, dengan tidak membatasi diri dan alam pikiran. Pada satu sisi, memang ada kendala. Menyadari adanya kelemahan diri, sebaiknya menjadi langkah awal untuk menggali dan mengembangkan potensi diri yang selama ini tidak terasah dengan baik.
Jangan cepat puas dengan kemampuan individual yang kita miliki. Buka terus wawasan berpikir dan jangan pernah berhenti untuk terus berlatih, mengasah kemampuan diri.
Cari dan update terus pengetahuan baru, yang kelak bermanfaat bagi kemajuan hidup kita. Ketika ilmu pengetahuan terus berkembang, apakah kita hanya diam saja, berpuas diri dengan pengetahuan dan ketrampilan yang kita miliki? Sebaiknya, jangan pernah berpikir demikian.
Hal-hal penting lainnya, yang dapat mendorong kita pada keberhasilan hidup : meyakini adanya campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita, dengan menjaga sikap percaya kepada Tuhan, sebab Tuhan yang bisa kasih kita jalan untuk berhasil dan meraih kesuksesan.
Tetap jaga alur pikiran kita untuk terus berkembang, tidak menyerah oleh keadaan tapi kalahkan keadaan dengan berusaha / bekerja keras dengan tetap menjaga prinsip-prinsip hidup benar serta bertindak dalam kebaikan hati dan pikiran, tidak hanya kepada diri kita sendiri, tetapi juga kepada orang-orang di sekitar kita.
Orang lain bisa meraih keberhasilan atau kesuksesan hidup, kenapa kita tidak bisa?
Kiranya tulisan ini membawa banyak manfaat dan bisa memotivasi diri untuk terus mengembangkan wawasan berpikir kita, agar dapat meraih keberhasilan hidup, apapun pekerjaan kita.
Tuhan yang teramat baik, memberkati kita semua.
.Sarlen Julfree Manurung
Be A Good Boss
Beberapa waktu yang lalu, status facebook dan tulisan dalam blog pribadi milik sejumlah orang teman, dipenuhi dengan curahan hati yang bertutur tentang sikap menyebalkan atasan mereka di kantor.
Apabila dibandingkan dengan pernyataan tentang atasan di kantor yang sikapnya menyenangkan serta baik pada karyawannya, maka catatan status atau cerita yang diungkapkan di blog, cenderung lebih di dominasi oleh curahan hati tentang adanya atasan yang menyebalkan dan suka bersikap arogan.
Perilaku dan hal-hal yang buruk serta tidak menyenangkan, memang lebih mudah diingat dan dijadikan bahan pembicaraan, termasuk didalamnya : sikap atasan di kantor.
Jadi teringat dengan ucapan para pemimpin di Indonesia pada saat diri mereka akan diangkat atau akan mundur sebagai seorang pejabat negara. Pada saat diwawancara atau berpidato, mereka kerap kali mengucapkan kata-kata : "Mendapatkan tugas sebagai pemimpin itu, adalah amanah."
Kalimat pernyataan para pemimpin kita tersebut menarik untuk disimak, mengingat menjalani amanah sebagai seorang pemimpin memang dibatasi oleh waktu (hanya temporer, bukan untuk selamanya).
Dalam jangka waktu tertentu, mereka dibebani oleh tugas dan juga tanggung jawab yang tidak mudah, yaitu menghadirkan kemajuan atau perkembangan kearah yang lebih baik atas organisasi / komunitas / instansi yang dipimpinnya.
Apabila bicara keterbatasan waktu dan adanya kemajuan yang harus dicapai, maka seorang atasan di kantor harus bisa menciptakan keadaan yang mendorong karyawan yang dipimpinnya, dapat produktif serta bisa mengaktualisasikan adanya kemajuan dengan segenap tenaga dan kemampuan mereka, sehingga tercapai target-target pencapaian kerja seperti yang telah ditentukan sebelumnya.
Cerita tentang atasan yang menyebalkan, mungkin ada di setiap kantor atau kegiatan usaha. Tanpa adanya atasan yang memiliki sikap menyebalkan atau arogan, suasana kerja dan kehidupan masyarakat kantor, akan terlihat datar-datar saja.
Akan tetapi, bukan itu keadaan yang ingin dirasakan oleh para karyawan. Pada dasarnya, karyawan sangat mendambakan adanya seorang atasan yang bisa memimpin mereka dengan penuh wibawa, namun tetap dengan mengedepankan sikap yang ramah dan komunikatif.
Membangun image "atasan yang menyebalkan" atau "atasan yang arogan" di antara karyawan yang dipimpinnya, justru dapat menurunkan kinerja dan kualitas kerja dari karyawan yang dipimpinnya, sebab kinerja seorang karyawan, juga tergantung pada sikap yang ditunjukkan oleh atasannya.
Pemimpin yang baik seharusnya membangun komunikasi yang baik dengan para karyawannya. Dalam hal ini, sebaiknya tidak membuat jurang komunikasi dengan para karyawannya, akan tetapi dapat memberikan waktu kepada karyawannya. Keterbukaan sikap seorang pimpinan, akan menghadirkan penerimaan yang baik dari para karyawan atas segenap arahan dan keputusan yang dibuat atasannya.
Tentu saja keadaan tersebut secara langsung akan mempengaruhi pula suasana kerja para karyawan, yang mengharapkan adanya kenyamanan suasana, sehingga dapat mendorong adanya peningkatan produktivitas serta kualitas kerja dari para karyawan.
Seorang atasan sebaiknya menempatkan karyawan sebagai mitra kerja, bagian dari tim yang akan membawa keberhasilan usaha, sebab, segenap proyeksi usaha seorang atasan akan sulit tercapai tanpa dukungan para karyawan.
Bukankah tanpa kehadiran karyawan, seorang atasan tidak dapat menjalankan segenap fungsi yang perlu dilakukan? Membangun kepercayaan karyawan itu penting dan sebaiknya diterapkan sejak atasan mendapat amanat untuk menjadi pemimpin di perusahaan.
Proses pembinaan dan pengawasan kinerja karyawan juga dapat lebih mudah apabila seorang atasan dapat bersikap terbuka serta mengayomi karyawannya.
Setiap arahan yang diberikan atasannya, akan dapat diterima, dicerna, dan diterjemahkan dengan baik, karena para karyawan akan menganggap hal itu sebagai sikap seorang pemimpin yang membimbing anak buahnya agar dapat lebih maju.
Sikap terbuka dan bersahabat pada karyawan juga dapat ditunjukkan dengan memberikan kesempatan kepada para karyawan, khususnya karyawan yang telah lama mengabdi, untuk meniti jenjang karir, sebagai tanda apresiasi dan dukungan untuk kemajuan para karyawan. Tindakan ini merupakan salah satu kebijakan yang menunjukkan kalau seorang atasan memikirkan nasib karyawan yang dipimpinnya.
Oleh sebab itu, adanya respon yang bersahabat kepada karyawan, sesungguhnya adalah sebuah "pilihan" yang harus diambil oleh seorang atasan. Image " atasan yang menyebalkan" atau "atasan yang arogan" diantara karyawan yang dipimpinnya, sama artinya membangun tembok masalah, karena tugas yang diberikan atasan, dapat diterjemahkan berbeda oleh karyawan.
Seorang atasan memang memiliki kekuasaan. Namun itu bukan berarti kekuasaan yang dimilikinya dipakai untuk menghadirkan tekanan psikologis kepada para karyawan.
Peraturan perusahaan memang harus ditegakkan apabila ada karyawan yang berbuat salah. Akan tetapi penggunaannya, harus sesuai dengan prinsip-prinsip penerapan yang benar dan sesuai dengan tingkat kesalahan karyawan.
Kegiatan usaha yang dilakukan perusahaan, adalah untuk meraih keuntungan. Oleh sebab itu, posisikan para karyawan sebagai komponen yang akan mewujudkan keberhasilan usaha, bukan diperlakukan sebagai "sapi perah" hanya karena ingin mengejar banyak keuntungan.
Memang tidak mudah untuk menjadi seorang pemimpin. Namun jalan sebagai seorang pemimpin akan semakin berat apabila tetap menempatkan sikap yang menyebalkan (layaknya arogansi sikap) selama masa kepemimpinannya.
Adanya beban dan tanggung jawab untuk memenuhi target pencapaian, sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk dapat menekan karyawan, kecuali tingkat produktifitas karyawan memang benar-benar menurun jauh. Dalam kondisi ini, harus ada pendekatan dan pembinaan sehingga dapat diketahui apa sebenarnya permasalahan yang sedang dihadapi karyawannya.
Lebih baik menghadirkan pendekatan dan pembinaan dibandingkan ancaman berupa Surat Peringatan maupun pemecatan. Bicarakan dari hati ke hati, sebisa mungkin beri jalan keluar bukan langsung memberikan hukuman.
Segala sesuatunya harus memiliki dasar, termasuk kebijakan untuk menegur karyawan yang mengalami penurunan kinerja.
Bisa menjadi atasan adalah anugerah karena tidak semua orang bisa menjadi atasan. Thomas Carlyle (04 Desember 1795 – 05 Februari 1881), sejarawan asal Skotlandia di era Victoria, mengatakan : "Sejarah manusia sebetulnya hanya terdiri dari kumpulan biografi (para pemimpin), sebab jutaan nasib orang ada ditangannya."
Ketika jabatan adalah sebuah anugerah, apakah harus dikotori dengan sikap-sikap yang bisa memancing aksi protes dan rasa tidak senang dari para karyawan? Bukankah lebih baik menjadi seseorang yang menyenangkan dibandingkan menjadi seseorang yang dikenal menyebalkan?
Tuhan yang teramat baik, memberkati kita semua.
. SARLEN JULFREE MANURUNG
===
NOTE :
Baca juga tulisan yang berjudul : ANALISIS : BOSS BERKHARISMA DI INDONESIA.
http://cantik40s.blogspot.com/2010/01/analisis-boss-berkharisma-di-indonesia.html
===
Turut berduka cita atas wafatnya CEO PT. Astra International, Michael Ruslim, pada hari Rabu, 20 Januari 2010 karena sakit. Michael Ruslim adalah CEO terbaik di Indonesia yang terkenal ramah, sangat mengayomi karyawan-karyawannya, dan sangat mencintai Indonesia.
Apabila dibandingkan dengan pernyataan tentang atasan di kantor yang sikapnya menyenangkan serta baik pada karyawannya, maka catatan status atau cerita yang diungkapkan di blog, cenderung lebih di dominasi oleh curahan hati tentang adanya atasan yang menyebalkan dan suka bersikap arogan.
Perilaku dan hal-hal yang buruk serta tidak menyenangkan, memang lebih mudah diingat dan dijadikan bahan pembicaraan, termasuk didalamnya : sikap atasan di kantor.
Jadi teringat dengan ucapan para pemimpin di Indonesia pada saat diri mereka akan diangkat atau akan mundur sebagai seorang pejabat negara. Pada saat diwawancara atau berpidato, mereka kerap kali mengucapkan kata-kata : "Mendapatkan tugas sebagai pemimpin itu, adalah amanah."
Kalimat pernyataan para pemimpin kita tersebut menarik untuk disimak, mengingat menjalani amanah sebagai seorang pemimpin memang dibatasi oleh waktu (hanya temporer, bukan untuk selamanya).
Dalam jangka waktu tertentu, mereka dibebani oleh tugas dan juga tanggung jawab yang tidak mudah, yaitu menghadirkan kemajuan atau perkembangan kearah yang lebih baik atas organisasi / komunitas / instansi yang dipimpinnya.
Apabila bicara keterbatasan waktu dan adanya kemajuan yang harus dicapai, maka seorang atasan di kantor harus bisa menciptakan keadaan yang mendorong karyawan yang dipimpinnya, dapat produktif serta bisa mengaktualisasikan adanya kemajuan dengan segenap tenaga dan kemampuan mereka, sehingga tercapai target-target pencapaian kerja seperti yang telah ditentukan sebelumnya.
Cerita tentang atasan yang menyebalkan, mungkin ada di setiap kantor atau kegiatan usaha. Tanpa adanya atasan yang memiliki sikap menyebalkan atau arogan, suasana kerja dan kehidupan masyarakat kantor, akan terlihat datar-datar saja.
Akan tetapi, bukan itu keadaan yang ingin dirasakan oleh para karyawan. Pada dasarnya, karyawan sangat mendambakan adanya seorang atasan yang bisa memimpin mereka dengan penuh wibawa, namun tetap dengan mengedepankan sikap yang ramah dan komunikatif.
Membangun image "atasan yang menyebalkan" atau "atasan yang arogan" di antara karyawan yang dipimpinnya, justru dapat menurunkan kinerja dan kualitas kerja dari karyawan yang dipimpinnya, sebab kinerja seorang karyawan, juga tergantung pada sikap yang ditunjukkan oleh atasannya.
Pemimpin yang baik seharusnya membangun komunikasi yang baik dengan para karyawannya. Dalam hal ini, sebaiknya tidak membuat jurang komunikasi dengan para karyawannya, akan tetapi dapat memberikan waktu kepada karyawannya. Keterbukaan sikap seorang pimpinan, akan menghadirkan penerimaan yang baik dari para karyawan atas segenap arahan dan keputusan yang dibuat atasannya.
Tentu saja keadaan tersebut secara langsung akan mempengaruhi pula suasana kerja para karyawan, yang mengharapkan adanya kenyamanan suasana, sehingga dapat mendorong adanya peningkatan produktivitas serta kualitas kerja dari para karyawan.
Seorang atasan sebaiknya menempatkan karyawan sebagai mitra kerja, bagian dari tim yang akan membawa keberhasilan usaha, sebab, segenap proyeksi usaha seorang atasan akan sulit tercapai tanpa dukungan para karyawan.
Bukankah tanpa kehadiran karyawan, seorang atasan tidak dapat menjalankan segenap fungsi yang perlu dilakukan? Membangun kepercayaan karyawan itu penting dan sebaiknya diterapkan sejak atasan mendapat amanat untuk menjadi pemimpin di perusahaan.
Proses pembinaan dan pengawasan kinerja karyawan juga dapat lebih mudah apabila seorang atasan dapat bersikap terbuka serta mengayomi karyawannya.
Setiap arahan yang diberikan atasannya, akan dapat diterima, dicerna, dan diterjemahkan dengan baik, karena para karyawan akan menganggap hal itu sebagai sikap seorang pemimpin yang membimbing anak buahnya agar dapat lebih maju.
Sikap terbuka dan bersahabat pada karyawan juga dapat ditunjukkan dengan memberikan kesempatan kepada para karyawan, khususnya karyawan yang telah lama mengabdi, untuk meniti jenjang karir, sebagai tanda apresiasi dan dukungan untuk kemajuan para karyawan. Tindakan ini merupakan salah satu kebijakan yang menunjukkan kalau seorang atasan memikirkan nasib karyawan yang dipimpinnya.
Oleh sebab itu, adanya respon yang bersahabat kepada karyawan, sesungguhnya adalah sebuah "pilihan" yang harus diambil oleh seorang atasan. Image " atasan yang menyebalkan" atau "atasan yang arogan" diantara karyawan yang dipimpinnya, sama artinya membangun tembok masalah, karena tugas yang diberikan atasan, dapat diterjemahkan berbeda oleh karyawan.
Seorang atasan memang memiliki kekuasaan. Namun itu bukan berarti kekuasaan yang dimilikinya dipakai untuk menghadirkan tekanan psikologis kepada para karyawan.
Peraturan perusahaan memang harus ditegakkan apabila ada karyawan yang berbuat salah. Akan tetapi penggunaannya, harus sesuai dengan prinsip-prinsip penerapan yang benar dan sesuai dengan tingkat kesalahan karyawan.
Kegiatan usaha yang dilakukan perusahaan, adalah untuk meraih keuntungan. Oleh sebab itu, posisikan para karyawan sebagai komponen yang akan mewujudkan keberhasilan usaha, bukan diperlakukan sebagai "sapi perah" hanya karena ingin mengejar banyak keuntungan.
Memang tidak mudah untuk menjadi seorang pemimpin. Namun jalan sebagai seorang pemimpin akan semakin berat apabila tetap menempatkan sikap yang menyebalkan (layaknya arogansi sikap) selama masa kepemimpinannya.
Adanya beban dan tanggung jawab untuk memenuhi target pencapaian, sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk dapat menekan karyawan, kecuali tingkat produktifitas karyawan memang benar-benar menurun jauh. Dalam kondisi ini, harus ada pendekatan dan pembinaan sehingga dapat diketahui apa sebenarnya permasalahan yang sedang dihadapi karyawannya.
Lebih baik menghadirkan pendekatan dan pembinaan dibandingkan ancaman berupa Surat Peringatan maupun pemecatan. Bicarakan dari hati ke hati, sebisa mungkin beri jalan keluar bukan langsung memberikan hukuman.
Segala sesuatunya harus memiliki dasar, termasuk kebijakan untuk menegur karyawan yang mengalami penurunan kinerja.
Bisa menjadi atasan adalah anugerah karena tidak semua orang bisa menjadi atasan. Thomas Carlyle (04 Desember 1795 – 05 Februari 1881), sejarawan asal Skotlandia di era Victoria, mengatakan : "Sejarah manusia sebetulnya hanya terdiri dari kumpulan biografi (para pemimpin), sebab jutaan nasib orang ada ditangannya."
Ketika jabatan adalah sebuah anugerah, apakah harus dikotori dengan sikap-sikap yang bisa memancing aksi protes dan rasa tidak senang dari para karyawan? Bukankah lebih baik menjadi seseorang yang menyenangkan dibandingkan menjadi seseorang yang dikenal menyebalkan?
Tuhan yang teramat baik, memberkati kita semua.
. SARLEN JULFREE MANURUNG
===
NOTE :
Baca juga tulisan yang berjudul : ANALISIS : BOSS BERKHARISMA DI INDONESIA.
http://cantik40s.blogspot.com/2010/01/analisis-boss-berkharisma-di-indonesia.html
===
Turut berduka cita atas wafatnya CEO PT. Astra International, Michael Ruslim, pada hari Rabu, 20 Januari 2010 karena sakit. Michael Ruslim adalah CEO terbaik di Indonesia yang terkenal ramah, sangat mengayomi karyawan-karyawannya, dan sangat mencintai Indonesia.
Subscribe to:
Posts (Atom)