Monday, 4 May 2009
If Our Leader
UAN, Mendorong Siswa untuk Menjadi Pelajar yang Berkualitas
Hari ini adalah hari kedua bagi siswa-siswi SMP kelas 3 (sekarang disebut kelas IX) menempuh Ujian Akhir Nasional (UAN).
Bagi para siswa kelas 3 SMP dan SMA (kelas IX dan XII), UAN memang menakutkan. Adanya bayang-bayang tidak lulus ada didepan mata para siswa, terutama bagi siswa yang merasa tidak menjawab dengan baik seluruh atau sebagian besar soal-soal yang dijadikan pertanyaan ujian.
Tahun ini pemerintah menetapkan syarat kelulusan siswa pada nilai 5,5. Sebenarnya, nilai 5,5 itu masih dibawah nilai rata-rata. Namun bagi banyak siswa, mendapatkan nilai kelulusan diatas atau sama dengan 5,5 pada saat UAN, bukanlah perkara yang mudah. Apalagi kalau soal-soal yang ditanyakan dalam UAN, tidak seperti yang mereka pelajari selama ini di bangku sekolah.
Kesiapan diri para siswa memang ditentukan oleh upaya para siswa untuk belajar dan mengasah kemampuan nalar mereka untuk segera memahami soal demi soal yang ada dipertanyakan dalam UAN.
Pada sisi yang lain, kesiapan seorang siswa menempuh UAN juga ditentukan oleh ketenangan diri setiap siswa, dimana seorang siswa diharapkan tidak mudah larut dalam perasaan nervouse yang berlebih-lebihan, sesaat sebelum mengikuti ujian dan pada saat mengikuti ujian, karena apabila sebelum dan pada saat ujian para siswa sudah nervouse, berbagai persiapan yang telah dilakukan dapat hilang seketika apabila perasaan nervouse lebih mendominasi benak pikiran.
Sikap tenang akan membuat seorang siswa dapat tetap berkonsentrasi untuk bisa mengerjakan soal-soal yang diujikan. Kepintaran seorang siswa seakan tak berarti apabila siswa yang sedang mengerjakan soal ujian tersebut dalam posisi tegang, tertekan, dan tidak tenang.
Mengerjakan soal-soal ujian dalam UAN merupakan sebuah tantangan. Anggaplah UAN itu adalah sebuah tantangan. Seorang siswa ditantang untuk bisa menjawab soal-soal yang diujikan agar bisa lulus dengan nilai sama dengan 5,5 atau diatasnya.
Pemerintah memang memiliki alasan tersendiri kenapa UAN dipakai sebagai syarat kelulusan seorang siswa dari bangku sekolah di tingkat SMP dan SMA. Dalam hal ini, pemerintah adalah pihak yang paling berkepentingan untuk menghadirkan pelajar Indonesia yang berkualitas serta dapat bersaing dengan pelajar-pelajar lain di seluruh dunia.
Sekarang tinggal bagaimana usaha para siswa dapat menjadi pribadi-pribadi terpelajar yang "berkualitas" dan dapat bersaing dengan pelajar lain di seluruh dunia. Banyak pelajar Indonesia yang menjadi juara olimpiade berbagai bidang ilmu pengetahuan.
Menjadi seseorang yang dinilai berkualitas, bukanlah sebuah mimpi. Semua orang yang telah menerima pendidikan di sekolah, bisa menggapainya, karena semua siswa memang dapat melakukannya.
Pemerintah menentukannya melalui standar nilai tertentu dalam UAN. Dapatkah para pelajar kita seluruhnya bisa lulus? Itu mungkin saja terjadi.
Bagi sejumlah orang, kualitas, mungkin bukanlah segalanya. Tapi menjadi seseorang yang dinilai berkualitas, itu harus ada dalam diri setiap pribadi Warga Negara Indonesia, agar setiap generasi bangsa ini, dapat benar-benar diisi oleh orang-orang yang berkualitas dan selalu siap mengisi pembangunan dengan hal-hal yang berkualitas pula.
UAN mungkin menghadirkan ketegangan dan kecemasan dalam kehidupan anak-anak usia sekolah, khususnya bagi para siswa yang duduk di bangku SMP dan SMA. Namun, apabila kita mengambil sisi positif dari inisiatif pemerintah untuk menyelenggarakan, maka kita akan tahu dan menyadari, bahwa menjadi seseorang yang berkualitas itu penting adanya.
Mungkin, hal yang perlu kita minta pemerintah koreksi dari pelaksanaan UAN, adalah dalam hal metode penentuan standar kelulusan, yang selalu berubah setiap tahunnya. Lalu kita juga dapat meminta pemerintah untuk memperbaiki kualitas sumber daya guru dan adanya upaya untuk melengkapi setiap sekolah negeri agar memiliki kelengkapan penunjang yang sesuai dengan kebutuhan dalam mendidik generasi muda bangsa.
Bagaimana kita dapat meratakan kualitas kelulusan siswa apabila fasilitas penunjang pendidikan yang ada di sekolah negeri, masih jauh dari memadai, dan belum didukung oleh keberadaan tenaga pengajar yang berkualitas serta mampu mengarahkan siswa agar bisa mencapai hasil yang terbaik?
Kesannya memaksa generasi muda bangsa agar rajin belajar, padahal, belajar itu memang harus dijadikan kegiatan para siswa. Berbagai persiapan UAN akan terasa berat dijalani apabila para siswa sendiri tidak giat belajar semenjak baru masuk SMP dan SMA.
Dibalik sesuatu hal yang memberatkan dalam kebijakan pemerintah terkait UAN, kita juga harus mau melihat sisi-sisi positif dari kebijakan pemerintah itu. Setidaknya, berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh Mendiknas Dr. Bambang Sudibyo, kuantitas dan kualitas perkelahian antar pelajar semakin menurun semenjak dilaksanakannya UAN.
Berusahalah dan giatlah belajar. Tenangkan diri serta cobalah untuk sedikit santai sebelum UAN dilaksanakan.
Ketika pagi hari menjelang, berdoalah sebelum berangkat sekolah dan sesaat waktu sebelum membuka lembar pertanyaan UAN, sebab dengan berdoa, selain bisa menghadirkan ketenangan diri, kita memohon pertolongan serta penyertaan Tuhan agar dapat menjawab setiap soal-soal UAN dengan baik.
Selamat menempuh UAN.
GBU Everybody.
.Sarlen Julfree Manurung
Belajar Mendengarkan Nasehat Orang Lain
Akan tetapi, kita juga jangan mengartikulasikan segenap faktor-faktor kebiasaan kita secara bebas dalam lingkup pergaulan kita, karena tidak semua orang sependapat bahwa kebiasaan kita itu layak untuk dipertahankan, atau untuk sesuatu yang baik menurut kita, belum tentu baik di mata orang lain.
Faktanya memang demikian. Kehidupan pergaulan memang mengajarkan banyak hal. Ada saatnya mengajarkan kebaikkan, namun ada pula nilai-nilai buruk yang menonjol. Dalam hal ini, kita harus bisa memilah-milah dan memberikan pembedaan dalam menunjukkan sikap atau gaya pergaulan kita, karena seleksi alam dapat terjadi apabila kita tidak dapat menyesuaikan diri.
Janganlah kita memelihara hal-hal yang tidak baik. Kita juga harus bisa menerima apabila ada orang-orang disekitar kita yang ingin "mengkoreksi" perilaku kebiasaan buruk yang melekat dalam diri kita. Kita tidak dapat terpaku pada pendirian kita saja, terutama apabila masyarakat yang ada di sekitar kita sudah mulai ada yang mengatakan kata-kata : "Coba rubah perilaku burukmu..."
Ketika ada orang yang mengatakan pada diri kita untuk merubah perilaku buruk kita, itu tandanya orang tersebut sayang sama kita dan tidak ingin kita memiliki perilaku buruk dalam diri kita.
Awalnya mungkin kita akan tersiksa menerimanya. Kita akan merasa seakan-akan telah dihakimi. Tapi itu hanya awalnya saja, karena kita terlalu terbawa perasaan kita, tanpa kita mau menyadari adanya kebenaran dalam nasehat seseorang tersebut. Nasehat itu, bukanlah sebuah tanda penghinaan atau kita mengartikannya kalau diri kita sedang direndahkan.
Janganlah kita selalu menilai dari sisi negatif, karena nasehat itu bertujuan agar kita dapat hidup secara positif. Apabila kita pikirkan dan telaah baik-baik adanya nasehat tersebut, kita akan tahu bahwa melakukan sesuatu yang disampaikan seseorang itu, bukanlah sebuah kesalahan.
Pada dasarnya, didalam kehidupan, ada proses pembentukan jati diri dan sikap diri. Apabila kita ingin diri kita menjadi pribadi yang benar-benar (seutuhnya) menyenangkan, selayaknya kita tidak menyimpan kejelekkan sikap atau perilaku buruk, yang bisa membuat kita berada dalam lembah "rasa bersalah" atau "rasa amarah" karena gak suka dinasehati orang lain.
Ingat! Kita bukanlah orang suci. Tidak seluruh hidup kita dijalani dengan benar. Saya pun mengakui kalau gaya dan cara hidup saya, belum benar seluruhnya. Tapi melalui tulisan saya ini, saya ingin mengajak rekan-rekan untuk dapat menerima adanya nasehat dari orang lain, tanpa menghadirkan prasangka buruk atau pikiran yang menganggap, bahwa diri kita sedang dihakimi pada saat dinasehati orang lain. Jangan... Jangan seperti itu.
Ketika orang lain menasehati, itu sama artinya orang lain ingin kita "tampil" lebih baik. Itu bukan menyesatkan, itu bukan bermaksud menyudutkan, tapi memperbaiki.
Cobalah untuk tidak membuat respon sebelum kita mendengarkan. Bagaimanapun, kalau kita ingin didengarkan orang lain, kita juga harus mau mendengarkan orang lain. Itu namanya, kita menjaga keseimbangan penerimaan dalam berpendapat atau mengembangkan struktur dialog yang tepat.
Apabila orang lain ingin kita hidup benar dan menjalani cara atau gaya hidup benar, apakah itu sebuah kesalahan? Tidak, sama sekali bukan. Itu namanya, orang lain tersebut telah menyatakan kasihnya pada kita, dan tidak menginginkan kita terlena dan akhirnya tetap menyimpan perilaku buruk dalam diri kita. Orang lain itu, sedang menginginkan yang terbaik dari diri kita.
Belajarlah untuk mendengarkan nasehat orang lain (nasehat positif tentunya yaaa), karena itu berarti kita mau belajar untuk hidup benar dan menjalani hidup ini dengan benar.
.Sarlen Julfree Manurun
Semua Orang Bisa Membahagiakan Orang Lain
Dalam segment pertama Oprah Winfrey Show hari ini (3 Mei 2009), kebahagiaan memang tidak secara langsung Oprah berikan namun dengan bantuan seorang teman baiknya, Celine Dion.
Celine Dion memberikan kebahagian kepada Charice, seorang gadis remaja yang pernah menjadi tamu dalam acara Oprah Winfrey Show, pada episode anak-anak berbakat dan memiliki kemampuan luar biasa, dengan mengundang Charice untuk bernyanyi bersama dalam satu panggung dengannya.
Produser acara Oprah Winfrey Show memasukkan Charice sebagai salah seorang tamu dalam acara Oprah Winfrey Show dalam episode anak-anak berbakat dan memiliki suatu kemampuan atau bakat luar biasa, karena Charice adalah seorang anak yang masih belum menginjak dewasa namun memiliki talenta kemampuan bernyanyi baik.
Ketika menjadi tamu Oprah, Charice pernah mengaku kalau dirinya mengidolakan artis Celine Dion. Mungkin, oleh karena pengakuannya itu, Oprah meminta Celine Dion untuk dapat mengundang Charice sebagai bintang tamu dalam acara konsernya.
Selanjutnya pada segment yang kedua, Oprah Winfrey memberikan kebahagiaan kepada dua orang perempuan kembar sangat identik. Dikatakan sangat identik, karena selain fisik keduanya sangat mirip, mereka juga memiliki kesamaan dalam banyak hal. Salah satunya ada pada kesamaan dalam penataan kamar dan mainan yang diberikan kepada anak-anak mereka bedua.
Bagi kedua perempuan kembar identik tersebut, Oprah memberikan kebahagiaan dengan memberikan sentuhan berbeda pada kamar tidur mereka masing-masing dengan dibantu oleh Ty, seorang ahli bangunan yang biasa membantu Oprah untuk mewujudkan mimpi atau harapan para bintang tamu acara Oprah Winfrey Show.
Kita juga bisa melakukan sama seperti yang telah dilakukan oleh Oprah, meskipun dalam bentuk yang tidak sama dan tidak sebesar pemberian Oprah untuk membahagiakan orang lain. Kita dapat melakukannya dengan cara yang lebih sederhana.
Membuat orang lain berbahagia, adalah sebuah perbuatan tulus (memberi yang terbaik) yang kita lakukan untuk orang lain, dimana kebahagian yang diperoleh orang lain itu, pada akhirnya akan mendatangkan pula kebahagiaan pada diri kita.
Banyak orang yang merealisasikan upaya-upaya untuk bisa membahagiakan orang lain dengan cara memberikan uang. Sebagai contoh, oleh karena kesibukkannya, sejumlah orang tua memberikan kelimpahan materi atau kesenangan kepada anaknya sebagai ganti kehadiran diri mereka di rumah.
Padahal, seperti yang telah diperbuat Oprah, upaya membahagiakan orang lain dapat pula kita nyataan dengan cara mewujudkan mimpi atau keinginan dari orang lain tersebut.
Menghadiri undangan acara yang diadakan oleh seorang teman atau acara kesenian di sekolah anak, membuatkan kopi dan membawakan kue untuk seorang suami yang sedang sibuk bekerja, menemani anak saat bermain, mengucapkan kata selamat pada saat ada sesuatu hal yang spesial, atau bahkan bisa juga dengan menjadi seorang pendengar yang baik pada saat orang lain sedang menyampaikan curahan hatinya pada kita.
Tentunya, tidak hanya sebatas itu saja. Banyak cara atau upaya yang bisa kita lakukan untuk membahagiakan orang lain. Ada baiknya, direncanakan dahulu, agar diperoleh hasil yang sesuai dengan harapan kita juga, yaitu : orang lain bahagia dengan apa yang telah kita lakukan untuknya atau baginya.
Jadi, bentuknya tidaklah harus materi, namun bisa pula orang lain itu mendapatkan suatu kepuasan batin, seperti sebentuk kebahagiaan yang dialami oleh Charice, yaitu ia dapat berdiri berdekatan (bahkan saling berangkulan) dan bernyanyi dengan Celine Dion diatas panggung yang sama.
Terlalu mengagungkan materi untuk selalu kita pakai pada saat mencoba untuk dapat membahagiakan orang lain, bukanlah suatu pola pembelajaran yang baik dan dapat kita terapkan di setiap kesempatan.
Apabila kita bisa membahagiakan orang lain, itu sama artinya kita perduli kepada orang lain. Kita tidak menutup diri kita dan pintu hati kita akan kondisi orang lain.
Kita menyatakan kasih kita, dan berharap, orang lain itu dapat bahagia oleh karena pemberian atau perbuatan tulus yang kita lakukan.
Landasan dasarnya adalah kasih. Kemudian kita bawa serta ketulusan (keinginan untuk membahagiakan orang lain itu datangnya harus dari hati), dan terkadang pula, perlu ada pengorbanan (pada situasi atau kondisi tertentu).
Tanpa dilandasi oleh adanya keinginan besar untuk mengasihi orang lain dengan tulus didalamnya, kita tidak bisa memberikan yang terbaik bagi orang lain.
Bagaimana caranya agar kita bisa melakukan sesuatu untuk membahagiakan orang lain dengan penuh kasih dan tulus, hingga pada akhirnya kita bisa memberikan yang terbaik bagi orang lain untuk kebahagiaannya?
Jangan pernah berhitung, jangan pernah melihat siapa orang yang akan kita berikan satu kebahagiaan, dan lakukan segala sesuatunya dari dasar hati. Agar kita terbiasa untuk bisa melakukannya, berlatihlah dalam banyak kesempatan yang memungkinkan diri kita dapat membahagiakan orang lain.
Satu hal lainnya, jangan pernah menunggu orang lain mengucapkan terima kasih atas tindakan yang kita lakukan untuk membahagiakan orang lain, karena terkadang, ketika kita tidak menerima ucapan terima kasih itu, yang timbul kemudian, adanya ketulusan itu tiba-tiba sirna dalam sekejap waktu.
Ada kecenderungan, seseorang yang sedang berbahagia, terkadang lupa untuk langsung mengucapkan kata : terima kasih. Namun ia akan menyampaikannya di lain kesempatan, atau bahkan mengganti ucapan terima kasih itu dengan berupaya membahagiakan diri kita pada saat kita membutuhkan suasana hati dan pikiran yang bahagia.
So, tidak terlalu sulitkan?
Nah, sekarang, sudahkah kamu melakukan sesuatu hari ini untuk membahagiakan orang lain? Kalau belum, kenapa harus menunggu hari esok?
Keep on smiling face… cause the smiling face is the sign of happiness people…
(sorry kalo my english acak kadul, tapi aku yakin rekan-rekan paham akan artinya…)
GBU Everybody
.Sarlen Julfree Manurung
My Prosa : Perempuan, Bahagia, Cinta
By : Sarlen Julfree Manurung
(Hasil Gubahan)
Ketika dibilang dirinya cantik,
Dikiranya menggoda... dibilangnya gombal... dibilangnya manis di bibir saja...
Ketika dibilang jelek,
Bilangnya menghina... dikatakannya kasar... dibilangnya gak romantis... dikecam habis...
Kalau dibilang lemah,
Tak akan berhenti protes... pelan-pelan menunduk nangis... dibilang gak punya perasaan...
Waktu dikatakan perkasa,
Ngakunya emansipasi... ceritanya biar ditakuti... maksudnya biar gak digoda...
Maunya diperhatiin setiap waktu,
Kalau nggak, ngambek dehhh...
Inginnya dibilang yang paling cantik,
Kalau nggak, pinggang dicubit dengan muka cemberut...
Hukumnya wajib nelpon, sms dan jemput,
Kalau nggak, dicuekin abisss...
Berharap selalu dibanggakan,
Tapi dirinya sendiri sulit ucapkan bangga... tentang kasihnya...
Suka gak suka, pokoknya harus suka...
Perempuan dengan segenap pernak-pernik kehidupannya...
Ramah, gemulai, indah, bikin resah...
Tak pernah ada kata cukup untuk dapat membahagiakannya
Padahal sebaliknya, perempuan tak mencoba untuk mencari tahu,
Seakan-akan tak pernah memikirkan,
Apakah sang pria bahagia dengan segenap sikapnya...???
Apakah sang pria bahagia hanya diminta membahagiakan...???
Perempuan terkadang lupa,
Ceriwis itu, bukanlah nyanyian nina bobo
Marah-marah itu, bukanlah mimpi indah kala malam menjelang
Larang-melarang itu, bukanlah kesenangan saat di dufan
Dan... Bentak-membentak itu, bukanlah ospek mahasiswa baru...
Cinta itu indah dirasa apabila kamu dan aku tak saling membatasi
Sepertinya halnya mau menerima tapi tak mau memberi
Cinta itu ruang kalbuku - kalbumu
Bukan hanya milikmu, hanya tentangmu, hanya mengarah padamu...
Cinta itu bukanlah argumentasi, tapi hati dalam reality
Cinta itu... terkadang fantasi, tapi bukan ilusi...
Cinta itu... tidak nanti, tapi juga saat ini...
Cinta itu... bahagiaku - bahagiamu...
Yaaa... bahagiaku - bahagiamu... kemarin, sekarang, esok...
Jakarta, May 4, 2009
Sunday, 3 May 2009
Membahagiakan Orang Lain
Dalam segment pertama Oprah Winfrey Show hari ini (3 Mei 2009), kebahagiaan memang tidak secara langsung Oprah berikan namun dengan bantuan seorang teman baiknya, Celine Dion.
Celine Dion memberikan kebahagian kepada Charice, seorang gadis remaja yang pernah menjadi tamu dalam acara Oprah Winfrey Show, pada episode anak-anak berbakat dan memiliki kemampuan luar biasa, dengan mengundang Charice untuk bernyanyi bersama dalam satu panggung dengannya.
Produser acara Oprah Winfrey Show memasukkan Charice sebagai salah seorang tamu dalam acara Oprah Winfrey Show dalam episode anak-anak berbakat dan memiliki suatu kemampuan atau bakat luar biasa, karena Charice adalah seorang anak yang masih belum menginjak dewasa namun memiliki talenta kemampuan bernyanyi baik.
Ketika menjadi tamu Oprah, Charice pernah mengaku kalau dirinya mengidolakan artis Celine Dion. Mungkin, oleh karena pengakuannya itu, Oprah meminta Celine Dion untuk dapat mengundang Charice sebagai bintang tamu dalam acara konsernya.
Selanjutnya pada segment yang kedua, Oprah Winfrey memberikan kebahagiaan kepada dua orang perempuan kembar sangat identik. Dikatakan sangat identik, karena selain fisik keduanya sangat mirip, mereka juga memiliki kesamaan dalam banyak hal. Salah satunya ada pada kesamaan dalam penataan kamar dan mainan yang diberikan kepada anak-anak mereka bedua.
Bagi kedua perempuan kembar identik tersebut, Oprah memberikan kebahagiaan dengan memberikan sentuhan berbeda pada kamar tidur mereka masing-masing dengan dibantu oleh Ty, seorang ahli bangunan yang biasa membantu Oprah untuk mewujudkan mimpi atau harapan para bintang tamu acara Oprah Winfrey Show.
Kita juga bisa melakukan sama seperti yang telah dilakukan oleh Oprah, meskipun dalam bentuk yang tidak sama dan tidak sebesar pemberian Oprah untuk membahagiakan orang lain. Kita dapat melakukannya dengan cara yang lebih sederhana.
Membuat orang lain berbahagia, adalah sebuah perbuatan tulus (memberi yang terbaik) yang kita lakukan untuk orang lain, dimana kebahagian yang diperoleh orang lain itu, pada akhirnya akan mendatangkan pula kebahagiaan pada diri kita.
Banyak orang yang merealisasikan upaya-upaya untuk bisa membahagiakan orang lain dengan cara memberikan uang. Sebagai contoh, oleh karena kesibukkannya, sejumlah orang tua memberikan kelimpahan materi atau kesenangan kepada anaknya sebagai ganti kehadiran diri mereka di rumah.
Padahal, seperti yang telah diperbuat Oprah, upaya membahagiakan orang lain dapat pula kita nyataan dengan cara mewujudkan mimpi atau keinginan dari orang lain tersebut.
Menghadiri undangan acara yang diadakan oleh seorang teman atau acara kesenian di sekolah anak, membuatkan kopi dan membawakan kue untuk seorang suami yang sedang sibuk bekerja, menemani anak saat bermain, mengucapkan kata selamat pada saat ada sesuatu hal yang spesial, atau bahkan bisa juga dengan menjadi seorang pendengar yang baik pada saat orang lain sedang menyampaikan curahan hatinya pada kita.
Tentunya, tidak hanya sebatas itu saja. Banyak cara atau upaya yang bisa kita lakukan untuk membahagiakan orang lain. Ada baiknya, direncanakan dahulu, agar diperoleh hasil yang sesuai dengan harapan kita juga, yaitu : orang lain bahagia dengan apa yang telah kita lakukan untuknya atau baginya.
Jadi, bentuknya tidaklah harus materi, namun bisa pula orang lain itu mendapatkan suatu kepuasan batin, seperti sebentuk kebahagiaan yang dialami oleh Charice, yaitu ia dapat berdiri berdekatan (bahkan saling berangkulan) dan bernyanyi dengan Celine Dion diatas panggung yang sama.
Terlalu mengagungkan materi untuk selalu kita pakai pada saat mencoba untuk dapat membahagiakan orang lain, bukanlah suatu pola pembelajaran yang baik dan dapat kita terapkan di setiap kesempatan.
Apabila kita bisa membahagiakan orang lain, itu sama artinya kita perduli kepada orang lain. Kita tidak menutup diri kita dan pintu hati kita akan kondisi orang lain.
Kita menyatakan kasih kita, dan berharap, orang lain itu dapat bahagia oleh karena pemberian atau perbuatan tulus yang kita lakukan.
Landasan dasarnya adalah kasih. Kemudian kita bawa serta ketulusan (keinginan untuk membahagiakan orang lain itu datangnya harus dari hati), dan terkadang pula, perlu ada pengorbanan (pada situasi atau kondisi tertentu).
Tanpa dilandasi oleh adanya keinginan besar untuk mengasihi orang lain dengan tulus didalamnya, kita tidak bisa memberikan yang terbaik bagi orang lain.
Bagaimana caranya agar kita bisa melakukan sesuatu untuk membahagiakan orang lain dengan penuh kasih dan tulus, hingga pada akhirnya kita bisa memberikan yang terbaik bagi orang lain untuk kebahagiaannya?
Jangan pernah berhitung, jangan pernah melihat siapa orang yang akan kita berikan satu kebahagiaan, dan lakukan segala sesuatunya dari dasar hati. Agar kita terbiasa untuk bisa melakukannya, berlatihlah dalam banyak kesempatan yang memungkinkan diri kita dapat membahagiakan orang lain.
Satu hal lainnya, jangan pernah menunggu orang lain mengucapkan terima kasih atas tindakan yang kita lakukan untuk membahagiakan orang lain, karena terkadang, ketika kita tidak menerima ucapan terima kasih itu, yang timbul kemudian, adanya ketulusan itu tiba-tiba sirna dalam sekejap waktu.
Ada kecenderungan, seseorang yang sedang berbahagia, terkadang lupa untuk langsung mengucapkan kata : terima kasih. Namun ia akan menyampaikannya di lain kesempatan, atau bahkan mengganti ucapan terima kasih itu dengan berupaya membahagiakan diri kita pada saat kita membutuhkan suasana hati dan pikiran yang bahagia.
So, tidak terlalu sulitkan?
Nah, sekarang, sudahkah kamu melakukan sesuatu hari ini untuk membahagiakan orang lain? Kalau belum, kenapa harus menunggu hari esok?
Keep on smiling face… cause the smiling face is the sign of happiness people…
(sorry kalo my english acak kadul, tapi aku yakin rekan-rekan paham akan artinya…)
GBU Everybody
.Sarlen Julfree Manurung
Friday, 1 May 2009
Mobil Wapres Dilempar Batu Kemarin Sore
Batu yang dilemparkan oleh Zulkarnaen, memang tidak langsung mengenai bagian body samping, depan, atau atas mobil wapres, namun hanya pada bagian bawahnya, karena batu yang dilemparkan oleh Zulkarnaen itu, tidak mengenai mobil, akan tetapi jatuh di jalan dan memantul ke bagian kolong mobil wapres.
Meskipun tidak menciderai diri Wapres Jusuf Kalla, namun adanya upaya penyerangan terhadap mobil wapres kemarin sore, kiranya mendapatkan perhatian serius aparat keamanan, khususnya dari pihak Paspampres, kepolisian dan intelijen negara, dengan meningkatkan pengamanan yang memadai atas jalur jalan yang akan dilalui oleh iring-iringan kendaraan dari rombongan presiden atau wapres.
Kesigapan personel Paspampres yang berada di kendaraan pengawal di belakang mobil wapres dan aparat kepolisian yang bertugas di sekitar lokasi kejadian, memang patut kita berikan acungan jempol karena mereka telah bertindak cepat untuk segera melumpuhkan serta mengamankan Zulkarnaen agar tidak melakukan penyerangan maupun pelemparan batu lebih lanjut.
Akan tetapi, dilihat dari sisi konsep pengamanan jalur yang akan dilalui iring-iringan kendaraan VVIP yang diterapkan oleh pihak aparat kepolisian kemarin sore, terlihat jelas kalau aparat keamanan yang bertugas di lokasi peristiwa, dalam posisi lengah untuk segera mengantisipasi agar tidak terjadi atau cepat bertindak untuk mencegah adanya upaya pelemparan batu oleh Zulkarnaen.
Lengah dan lemahnya sifat antisipatif aparat keamanan yang bertugas mengamankan jalur yang akan dilalui oleh iring-iringan kendaraan VVIP, dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berseberangan ideologi atau tidak senang dengan pemerintah, untuk melakukan tindak penyerangan atau hal-hal lain yang dapat membahayakan nyawa pemimpin negara.
Tingkat kesiagaan dan kesiapan aparat keamanan untuk mengamankan jalur yang akan dilalui oleh iring-iringan kendaraan VVIP, nampaknya harus dievaluasi kembali oleh pihak pimpinan aparat kepolisian maupun intelijen, agar tindakan-tindakan yang dapat menciderai atau bertujuan untuk membahayakan diri kepala negara dan pemimpin bangsa lainnya, dapat dicegah sedini mungkin oleh petugas yang ditempatkan untuk mengamankan lingkungan disekitar jalur jalan yang akan dilalui iring-iringan kendaraan VVIP.
Upaya pengamanan para pemimpin nasional harus tetap berada pada level siaga dan waspada, apalagi bangsa kita pada saat ini sedang dalam tahap persiapan pemilu pasangan presiden dan wakil presiden, dimana suhu politik sedang meninggi atau sedang tinggi-tingginya.
Presiden serta Wakil Presiden adalah salah satu dari simbol berdaulatnya suatu negara. Apabila ada ancaman dari pihak-pihak tertentu yang dapat menciderai para pemimpin bangsa, itu sama artinya, ancaman itu ditujukan pada negara. Kita harus mencegah hal itu terjadi pada diri para pemimpin bangsa kita.
.Sarlen Julfree Manurung